Demak, Matapadma– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran yang diperkirakan terjadi selama musim kemarau 2026.
Langkah antisipasi tersebut dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan tahun ini akan mengalami kemarau kering dengan intensitas panas lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.
Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan, mitigasi bencana, serta koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna menghadapi kemungkinan terjadinya kekeringan dan kebakaran.
“Sesuai edaran BMKG, tahun ini diprediksi mengalami kemarau kering seperti yang terjadi pada 2023. Kondisi tersebut berpotensi memicu kebakaran lahan maupun kebakaran di permukiman,” ujar Agus di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026).
Menurut Agus, BPBD telah melakukan berbagai upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui media sosial, surat edaran, maupun kegiatan turun langsung ke desa-desa. Sosialisasi tersebut difokuskan pada peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran lahan.
Selain itu, BPBD juga telah menyiapkan langkah penanganan apabila terjadi krisis air bersih di sejumlah wilayah yang selama ini kerap terdampak kekeringan saat musim kemarau.
Demang Ngantor Desa Jadi Jembatan Dialog Pemkab Demak dengan Masyarakat
Beberapa kecamatan yang menjadi perhatian khusus antara lain Kecamatan Mranggen, Karangawen, Karangtengah, dan sebagian wilayah Wedung. Sementara sejumlah desa di Kecamatan Dempet dan Kebonagung juga masuk dalam pemantauan meskipun tidak seluruh wilayahnya berpotensi mengalami kekeringan.
“Berapa pun kebutuhan air bersih masyarakat akan kami siapkan. Kami siap menyuplai air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan,” katanya.
Untuk mendukung distribusi bantuan air bersih, BPBD menyiapkan delapan armada tangki yang siap dioperasikan sewaktu-waktu. Air bersih yang akan didistribusikan kepada masyarakat berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sehingga layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Terkait anggaran, BPBD Kabupaten Demak mengalokasikan sekitar Rp50 juta untuk penanganan kekeringan dan distribusi air bersih. Namun demikian, Agus menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak akan menghambat pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tidak akan terpaku pada anggaran yang ada. Jika kebutuhan masyarakat meningkat, kami akan mencari dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), agar pasokan air bersih tetap tersedia,” ujarnya.
Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Dua Rumah di Karangawen, Motif Dendam Pribadi
Dalam upaya mitigasi bencana, BPBD juga terus memperkuat peran masyarakat melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana). Saat ini, pembentukan dan pembinaan Destana sedang berlangsung di 11 desa, dengan enam desa di antaranya telah mendapatkan pendampingan.
Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan dan kesadaran untuk melakukan pencegahan dini terhadap berbagai potensi bencana, khususnya kebakaran yang kerap meningkat saat musim kemarau.
Agus mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama di area lahan kering. Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan kompor, instalasi listrik, dan peralatan elektronik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah guna mencegah terjadinya kebakaran akibat kelalaian maupun korsleting listrik.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko bencana selama musim kemarau,” katanya.
Selain melibatkan masyarakat, BPBD juga menggandeng ratusan relawan kebencanaan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Demak. Para relawan tersebut akan disiagakan melalui pembentukan posko-posko siaga yang berfungsi mempercepat respons ketika terjadi bencana.
Menurut Agus, saat ini terdapat hampir 500 relawan yang tergabung dalam berbagai komunitas kebencanaan di Kabupaten Demak. Mereka terus berkoordinasi dengan BPBD untuk mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana di lapangan.
Baca Juga: Dinilai Kurang Transparan, Dinpermades Demak Klarifikasi Proses Seleksi Perangkat Desa Sukodono
Kunjungi Youtube: Matapadma














Hari ini : 587
Bulan ini : 7160
Tahun ini : 60805
Total Kunjungan : 361786
Who's Online : 2