Demak, Matapadma – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Upaya tersebut ditandai dengan digelarnya Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bahaya Kekeringan dan Karhutla Tingkat Kabupaten Demak Tahun 2026 di Lapangan Wicaksana Laghawa Polres Demak, Selasa (11/8/2026).
Apel tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Palang Merah Indonesia (PMI), relawan serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Bupati Demak Eisti’anah mengatakan, musim kemarau membawa sejumlah risiko yang perlu diantisipasi sejak dini. Kekeringan, kata dia, dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih, sektor pertanian, kesehatan hingga aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, potensi Karhutla juga perlu menjadi perhatian karena dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan serta menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi.
CKG di Rutan Demak, 119 Warga Binaan, Keluarga, Masyarakat, dan Petugas Jalani Pemeriksaan Kesehatan
“Kesiapsiagaan tidak boleh dilakukan setelah bencana terjadi. Kita harus bergerak sebelum kejadian, mencegah sebelum meluas, dan bertindak cepat ketika terjadi,” ujarnya.
Eisti’anah meminta seluruh unsur terkait memperkuat deteksi dini dan pemantauan wilayah yang rawan kekeringan maupun kebakaran. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api akibat aktivitas manusia.
Para camat, kepala desa dan lurah diminta turut mengajak masyarakat menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Selain pencegahan Karhutla, Pemkab Demak juga menyiapkan langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Sementara itu, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, apel kesiapsiagaan menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta pola koordinasi antarpihak dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
PAPDI–IPAPDI Semarang Gelar Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis di Desa Purworejo
Menurut Samelino, Polres Demak bersama jajaran Polsek akan meningkatkan upaya pencegahan melalui patroli dan pemantauan di wilayah rawan kebakaran. Edukasi kepada masyarakat juga akan terus dilakukan untuk mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan.
“Kami bersama seluruh stakeholder siap melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan secara terpadu. Deteksi dini, patroli dan edukasi masyarakat akan terus kami perkuat agar setiap potensi Karhutla dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ungkapnya.
Samelino menambahkan, kesiapan peralatan dan komunikasi antarpihak juga menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Dengan koordinasi lintas sektor yang baik, setiap kejadian diharapkan dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Melalui kesiapsiagaan tersebut, Pemkab Demak bersama jajaran TNI-Polri, BPBD, pemerintah desa hingga masyarakat diharapkan mampu menghadapi dampak musim kemarau sekaligus mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Demak.Saya juga bisa membuatkan versi lebih khas portal berita, dengan lead yang lebih menarik dan paragraf lebih pendek agar siap dipublikasikan.
Baca Juga: Job Fair Demak 2026 Diikuti 5.447 Pencari Kerja, 2.480 Lowongan Dibuka 30 Perusahaan
Kunjungi Youtube: Matapadma












Hari ini : 402
Bulan ini : 5425
Tahun ini : 85162
Total Kunjungan : 386143
Who's Online : 4