Demak, Matapadma– Pelaksanaan Job Fair Kabupaten Demak 2026 yang digelar pada 30–31 Juli 2026 di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Demak, Jawa Tengah mendapat antusiasme tinggi dari para pencari kerja. Tercatat sebanyak 5.447 orang mengunjungi kegiatan tersebut untuk memanfaatkan kesempatan mendapatkan pekerjaan.
Job fair yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Demak itu diikuti 30 perusahaan dengan total 2.480 lowongan pekerjaan dari berbagai bidang.
Selain pencari kerja secara umum, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas. Sedikitnya delapan pencari kerja difabel tercatat mengikuti proses pendaftaran dalam job fair tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Demak, Agus Kriyanto, mengatakan tingginya jumlah pengunjung menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan kesempatan kerja masih cukup besar.
“Jadi, kemarin kita melaksanakan Job Fair Kabupaten Demak tahun 2026 pada 30 dan 31 Juli 2026 di IPHI. Ada 30 perusahaan yang bergabung dengan 2.480 lowongan kerja. Dari sekian lowongan kerja itu, kami mencatat pengunjung yang hadir sebanyak 5.447 orang, termasuk delapan pendaftar dari teman-teman difabel,” ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).
Ia menyampaikan, sebagian besar peserta job fair merupakan masyarakat usia produktif. Para pencari kerja berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi.
Meski demikian, proses penyerapan tenaga kerja dari job fair tersebut hingga kini masih berlangsung. Sejumlah perusahaan masih melakukan tahapan pemanggilan, seleksi, hingga penandatanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) bagi peserta yang dinyatakan memenuhi kualifikasi.
Agus mencontohkan proses rekrutmen di PT Indonesia Loyal Art yang berada di kawasan Jatengland. Perusahaan tersebut mencatat sebanyak 298 pelamar melalui job fair.
CKG di Rutan Demak, 119 Warga Binaan, Keluarga, Masyarakat, dan Petugas Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 orang dipanggil untuk mengikuti proses seleksi. Namun, hanya 22 orang yang memenuhi panggilan. Dari 22 peserta tersebut, sebanyak 18 orang diinformasikan berpotensi lolos seleksi.
Sementara itu, PT MAP mencatat sekitar 150 pendaftar. Perusahaan tersebut telah memanggil 44 orang secara bertahap dan sebanyak 38 orang memenuhi panggilan. Dari jumlah tersebut, 26 orang dinyatakan memenuhi kriteria persyaratan.
Namun, angka tersebut belum dapat disebut sebagai jumlah penyerapan tenaga kerja secara final. Sebagian peserta masih menjalani proses seleksi, sementara mereka yang telah dinyatakan lolos juga masih dapat mengalami perubahan status, termasuk mengundurkan diri setelah mulai bekerja.
“Masih tahap seleksi, tetapi sebagian sudah ada yang langsung menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau membuat surat perjanjian kerja,” jelas Agus.
Agus berharap perusahaan yang mengikuti job fair dapat memberikan umpan balik kepada Disnaker mengenai perkembangan proses rekrutmen. Laporan tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana kegiatan job fair memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Demak.
Menurutnya, proses rekrutmen membutuhkan waktu karena perusahaan harus menyesuaikan jumlah peserta yang dipanggil dengan kapasitas proses seleksi serta kebutuhan tenaga kerja masing-masing.
“Kalau target kita tidak membatasi waktunya. Kami berharap pada kesempatan awal mereka selalu memberikan umpan balik laporan kepada kami,” katanya.
3 Tahun Berlalu, Pemkab Demak Tak Lupakan Anak Korban Pembunuhan di Desa Jamus
Di sisi lain, tingginya jumlah pencari kerja yang mengikuti job fair menjadi gambaran tantangan ketenagakerjaan di Kabupaten Demak. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah angkatan kerja di Demak mencapai sekitar 670 ribu orang, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka sekitar 4,56 persen.
Sementara itu, jumlah pengangguran di Kabupaten Demak disebut mencapai sekitar 32.500 orang.
Agus menilai tingginya jumlah pencari kerja perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dari sisi kemampuan nonteknis atau soft skill.
Salah satu persoalan yang disampaikan sejumlah bagian Human Resources Development (HRD) perusahaan kepada Disnaker adalah terkait ketahanan mental pencari kerja dalam menghadapi lingkungan industri.
“Teman-teman HRD menyampaikan kepada kami bahwa anak-anak sekarang dari sisi soft skill, terutama ketahanan mental, masih perlu ada peningkatan,” ujarnya.
Karena itu, Agus mendorong Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK untuk ikut mempersiapkan lulusan agar memiliki kesiapan mental dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Menurutnya, dunia pendidikan dan dunia industri memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, pencari kerja perlu dibekali kemampuan beradaptasi sebelum memasuki lingkungan kerja.
Agus mengimbau para pencari kerja untuk tidak hanya mengandalkan ijazah sebagai modal memasuki dunia kerja. Menurutnya, keterampilan, kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta ketahanan mental juga menjadi faktor penting yang perlu terus dikembangkan.
Baca Juga: PAPDI–IPAPDI Semarang Gelar Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis di Desa Purworejo
Kunjungi Youtube: Matapadma













Hari ini : 402
Bulan ini : 5425
Tahun ini : 85162
Total Kunjungan : 386143
Who's Online : 3