Pangkalan Bun, Matapadma – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama aparat gabungan setempat berhasil melaksanakan operasi penyelamatan dan evakuasi orangutan dewasa yang terjebak di sekitar kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan hingga Senin (19/10/2026).
Satwa primata dilindungi tersebut sebelumnya terekam warga melintas dan berjalan kebingungan di atas hamparan gambut yang hangus serta parit kering di sepanjang Kilometer 14 ruas Jalan Penghubung Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, mengonfirmasi bahwa tindakan penyelamatan di lapangan langsung ditempuh setelah tim gabungan memantau secara intensif pergerakan satwa liar tersebut selama dua jam penuh di sekitar bahu jalan raya.
Pemkab Manggarai Prioritaskan Rekonstruksi Rumah Warga Lansia Pascagempa Bumi
“Setelah mengintai selama dua jam, akhirnya orang utan yang terlihat beberapa hari lalu di kilometer 14 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam berhasil dievakuasi bersama tim BKSDA Kalteng sore tadi,” kata Trias di Pangkalan Bun.
Ia menuturkan amukan kobaran api karhutla yang melanda kawasan ekosistem gambut Kotawaringin Barat dalam beberapa pekan terakhir telah memusnahkan tajuk pohon kanopi hutan, merusak habitat alami, serta memutus total ketersediaan sumber pakan buah hutan bagi populasi primata.
Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng, Handi Nasoka, menjelaskan bahwa kemunculan satwa liar di koridor transportasi publik sangat riskan memicu kecelakaan lalu lintas maupun ancaman konflik langsung dengan manusia.
Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Tembus Rp414 Triliun Lampaui Target Pemerintah
“Penanganan oleh petugas konservasi diperlukan agar satwa dapat diamankan dengan prosedur yang tepat. Langkah selanjutnya terhadap orang utan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan serta lokasi yang aman bagi satwa,” jelas Handi.
Ia menambahkan bahwa individu orangutan yang berhasil diselamatkan kini telah dipindahkan ke pusat transit karantina satwa guna menjalani observasi medis menyeluruh oleh dokter hewan untuk mendeteksi potensi trauma fisik, dehidrasi akut, atau infeksi saluran pernapasan akibat paparan asap tebal.
Setelah kondisi kebugaran dan kesehatannya dipastikan pulih secara optimal, pihak BKSDA bersama yayasan konservasi mitra berencana mentranslokasikan satwa langka tersebut ke kawasan suaka margasatwa atau taman nasional terdekat yang aman dari ancaman kebakaran lahan.
BKSDA Kalimantan Tengah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkistis atau memelihara satwa dilindungi, serta segera melapor ke nomor layanan darurat 0811-5218-500 apabila mendapati satwa liar yang terdesak keluar dari habitat aslinya.
Baca Juga: Fajar dan Fikri Bidik Prestasi Lebih Tinggi Usai Raih Gelar Juara Denmark Open 2026
Kunjungi Youtube: Matapadma








Hari ini : 150
Bulan ini : 16573
Tahun ini : 35905
Total Kunjungan : 90053
Who's Online : 15