Tangerang, Matapadma – Kementerian Perdagangan mencatat total nilai transaksi penyelenggaraan pameran dagang internasional Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 berhasil menembus angka 22,94 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp414,13 triliun hingga penutupan resmi pada Senin (19/10/2026).
Realisasi transaksi perdagangan ekspor tersebut melesat melampaui target awal yang dipatok pemerintah sebesar 17,5 miliar dolar AS atau mencapai 131 persen, dengan kontribusi nyata dari transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) senilai 510,79 juta dolar AS serta penandatanganan sebanyak 426 nota kesepahaman (MoU) kemitraan dagang mancanegara.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengemukakan bahwa tingginya nilai transaksi pada pameran tahun ini memperlihatkan daya saing kuat produk unggulan Indonesia di kancah global, khususnya pada komoditas pangan, perhiasan, olahan kayu, produk pertanian, dan industri peternakan.
Kementerian PKP Dorong Penguatan Usaha Keluarga Penerima Bedah Rumah Lewat PNM
“Capaian nilai transaksi selama lima hari yaitu sebesar 22,94 miliar dolar AS. Ini kalau dirupiahkan sekitar Rp414 triliun. Dari total ini ada transaksi UMKM senilai 510,79 juta dolar AS, melampaui target sebesar 131 persen,” kata Budi di Tangerang.
Ia menjelaskan bahwa pencapaian luar biasa ini ditopang oleh langkah proaktif program pencocokan bisnis (business matching) yang dirintis secara intensif oleh perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, meliputi para duta besar, konsul jenderal, atase perdagangan, hingga Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), sejak setahun sebelum pameran dibuka.
“Para eksportir sudah berinteraksi secara virtual dengan calon pembeli luar negeri, sehingga kehadiran fisik di Trade Expo menjadi momentum finalisasi kesepakatan kontrak kerja sama dagang,” jelasnya.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, menilai capaian rekor transaksi tersebut mencerminkan resiliensi ekonomi nasional yang ditopang oleh kekayaan sumber daya alam serta diversifikasi produk bernilai tambah tinggi.
“Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kreativitas, inovasi, kemampuan negosiasi, diplomasi perdagangan, serta manajemen bisnis untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” kata Aries.
Pameran dagang terbesar di Asia Tenggara yang diikuti oleh 1.873 peserta pameran dan menarik 9.600 pembeli internasional dari 151 negara ini turut menggerakkan potensi transaksi sebesar 24,57 juta dolar AS dari stan wirausaha muda mahasiswa program Campuspreneur.
Pemerintah berharap momentum transaksi berskala masif ini dapat terus dijaga guna memperluas penetrasi komoditas ekspor nonmigas ke pasar non-tradisional sebelum agenda pameran edisi berikutnya diselenggarakan pada Oktober 2027 mendatang.
Baca Juga: Tujuh Perjalanan KRL Lintas Bogor Dibatalkan Imbas Perawatan Sarana
Kunjungi Youtube: Matapadma









Hari ini : 49
Bulan ini : 16472
Tahun ini : 35804
Total Kunjungan : 89952
Who's Online : 11