Jakarta, Matapadma – Kementerian Perhubungan memperketat mitigasi keselamatan operasional transportasi udara nasional menyusul catatan akumulasi sebanyak 2.458 penerbangan terdampak sebaran kabut asap kebakaran hutan dan lahan hingga Senin (19/10/2026).
Lonjakan gangguan operasional penerbangan berjadwal dalam negeri tersebut bertambah signifikan hingga 437 penerbangan hanya dalam kurun waktu empat hari, dengan rincian 1.080 jadwal mengalami keterlambatan (delay), 1.324 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed), 22 armada dialihkan ke bandara lain (divert), 6 pesawat kembali ke bandara asal (return to base), serta 26 keberangkatan dimajukan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa sebaran partikel kabut asap pekat kini tidak hanya mengepung wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua, melainkan telah meluas hingga mengganggu keselamatan ruang udara di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara.
“Asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan. Setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan,” kata Lukman di Jakarta.
Ia memaparkan penurunan jarak pandang mendera sejumlah bandara perintis dan komersial penting, di antaranya Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Maleo di Morowali, Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk, dan Sultan Bantilan di Tolitoli, di samping pembatalan 14 rute penerbangan internasional lintas Singapura–Pontianak dan Singapura–Palembang.
“Berdasarkan data posisi 17 Oktober 2026, sebanyak 2.458 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak Karhutla sejak 11 Agustus 2026,” jelasnya.
Struktur Pemecah Ombak Hex-Brick Disiapkan di Pesisir Demak Antisipasi Abrasi Pantura
Untuk mengantisipasi memburuknya situasi penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara menginstruksikan seluruh unit penyelenggara bandar udara menerapkan Prosedur Jarak Pandang Rendah (Low Visibility Procedures/LVP) bersama AirNav Indonesia, penerbitan NOTAM secara berkesinambungan, serta menyiagakan apron dan pasokan bahan bakar bagi 38 pesawat pemadam yang telah melancarkan 5.179 sorti pengeboman air (water bombing).
Penyelenggara fasilitas bandara di wilayah terdampak juga diperintahkan untuk mengoptimalkan layanan informasi terminal, membagikan masker pelindung pernapasan kepada para calon penumpang, serta memberikan kemudahan pengembalian dana tiket atau penjadwalan ulang penerbangan tanpa beban biaya tambahan.
Kementerian Perhubungan mengimbau seluruh masyarakat dan calon pengguna jasa penerbangan untuk senantiasa memantau jadwal terkini melalui aplikasi maskapai penerbangan sebelum menuju bandara serta memahami bahwa penyesuaian jadwal merupakan komitmen mutlak demi keselamatan jiwa seluruh penumpang.
Baca Juga: Jaenal Aripin Emban Kehormatan Bawa Bendera Merah Putih pada Pembukaan Asian Para Games 2026
Kunjungi Youtube: Matapadma







Hari ini : 152
Bulan ini : 16575
Tahun ini : 35907
Total Kunjungan : 90055
Who's Online : 17