Demak, Matapadma — Kekayaan budaya dan tradisi Indonesia kembali tercermin dalam rangkaian kegiatan menjelang Grebeg Besar di Kabupaten Demak. Salah satunya melalui tradisi pisowanan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ke Kasepuhan Kadilangu.
Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan sebagai bentuk permohonan izin serta doa restu kepada para sesepuh, khususnya menjelang perayaan Idul Adha dan rangkaian Grebeg Besar, termasuk tradisi penjamasan pusaka peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga.
Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa kegiatan pisowanan berjalan lancar dan menjadi bagian penting dalam pelestarian tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Ini merupakan tradisi tahunan untuk meminta doa restu kepada para sesepuh di Kadilangu, sebagai persiapan menuju kegiatan Grebeg Besar saat Idul Adha,” ujar Eisti’anah usai pisowanan di Notobratan Kadilangu, Demak, Senin (4-05-2026).
350 Pemudik Asal Demak Tiba di Pendopo, Program Mudik Gratis Disambut Antusias
Terkait pelaksanaan Grebeg Besar tahun ini, Pemerintah Kabupaten Demak memastikan akan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan para leluhur. Meski demikian, sejumlah inovasi juga akan dihadirkan guna menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Ada inovasi-inovasi sebagai pembeda setiap tahun, namun pakem tradisi yang sudah ada tetap dijalankan,” tambahnya.
Menanggapi wacana penataan lingkungan makam di kawasan Kadilangu, pihaknya menyebut hal tersebut masih menjadi pembahasan internal pihak kasepuhan. Komunikasi dan koordinasi akan terus dilakukan guna mematangkan rencana tersebut.
Sidak di Pasar Bintoro, Wagub Jateng Soroti Kenaikan Harga Minyakita Jelang Idul Fitri
Sementara itu, Sesepuh Kadilangu, R.H. Muhammad Cahyo Imam Santoso, menyampaikan bahwa kunjungan Bupati bersama Forkopimda kali ini merupakan pisowanan awal.
“Nanti ada pisowanan balasan, baru banyak minta,” ujarnya sambil berseloroh.
Ia juga menginformasikan sejumlah agenda budaya lainnya, seperti tradisi dari Keraton Solo serta acara ancak-an pada malam takbiran yang rencananya akan dihadiri perwakilan dari Kabupaten Demak.
Grebeg Besar sendiri merupakan tradisi budaya khas Demak yang digelar setiap Idul Adha, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat luas serta unsur pemerintah daerah, sebagai bentuk pelestarian warisan budaya dan nilai-nilai spiritual masyarakat.
Baca Juga: Jelang May Day, Buruh Demak Ajukan Enam Tuntutan, Desak DPRD Sampaikan ke Pusat
Kunjungi Youtube: Matapadma












Hari ini : 181
Bulan ini : 994
Tahun ini : 44672
Total Kunjungan : 345653
Who's Online : 2