Demak, Matapadma– Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah terus memperkuat sinergi dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai upaya meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Demak Eisti’anah saat menghadiri kegiatan Kursus Maju, Perekonomian Masyarakat Meningkat (Kurma Pekat) di Pendopo Satya Bhakti Praja, Jumat (31/7/2026).
Eisti’anah mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak setiap tahun bekerja sama dengan kementerian terkait dalam menyelenggarakan program pelatihan keterampilan melalui LKP. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang menampilkan hasil karya peserta pelatihan dari berbagai LKP yang telah bermitra dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah memberikan dukungan kepada LKP agar mampu menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat, khususnya angkatan kerja dan pelajar yang dipersiapkan memasuki dunia kerja. Melalui program tersebut, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.
“Upaya dari berbagai dinas adalah memberikan bantuan keahlian kepada masyarakat sehingga mereka siap bekerja ataupun membuka usaha sendiri. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, sementara angka pengangguran dan kemiskinan diharapkan terus menurun,” ujar Eisti’anah.
Hemat Waktu dan Biaya, Pemkab Demak Bawa Layanan ke Desa Jragung
Ia menegaskan, keberadaan LKP sangat membantu pemerintah dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten. Selain melengkapi peran Balai Latihan Kerja (BLK) yang memiliki keterbatasan pada jenis pelatihan tertentu, LKP juga telah menjalin kerja sama dengan dunia usaha, termasuk perusahaan garmen, sehingga peluang penyerapan tenaga kerja menjadi lebih besar.
Eisti’anah juga menginstruksikan agar pelaksanaan berbagai program pelatihan yang diselenggarakan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah tidak tumpang tindih. Program pelatihan yang berada di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta Dinas Pemuda dan Olahraga diharapkan dapat dikoordinasikan secara terpadu agar sasaran penerima manfaat lebih tepat.
Terkait kondisi kemiskinan di Kabupaten Demak, Eisti’anah menyebut angka kemiskinan saat ini berada di kisaran 10,1 persen. Pemerintah Kabupaten Demak menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga berada pada level satu digit pada tahun ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Eisti’anah Dorong Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hadirkan Inovasi untuk Desa
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan, mengatakan pihaknya terus menguatkan peran LKP sebagai jembatan dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Upaya tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai komunitas dan lembaga kursus ke dalam satu sistem pelatihan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi hingga penempatan kerja.
“Tujuan kegiatan ini adalah menyatukan berbagai komunitas dan lembaga kursus yang ada menjadi satu kesatuan dengan tujuan akhir menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran,” kata Haris.
Menurutnya, penguatan dilakukan terhadap seluruh jenis lembaga kursus yang ada di Kabupaten Demak, baik yang berada di bawah pembinaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, maupun perangkat daerah lainnya. Bidang pelatihan yang tersedia antara lain menjahit, tata rias, senam, serta berbagai keterampilan vokasi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Saat ini terdapat sekitar 30 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang terdaftar di Kabupaten Demak. Dari jumlah tersebut, masyarakat dapat memilih sedikitnya 12 bidang keterampilan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Baca Juga: Bupati Eisti’anah: Perusahaan di Demak Wajib Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Kunjungi Youtube:Matapadma












Hari ini : 325
Bulan ini : 14979
Tahun ini : 79706
Total Kunjungan : 380687
Who's Online : 2