Jakarta, Matapadma – Panggung kompetisi sepak bola wanita kasta tertinggi tanah air, Liga Putri Indonesia atau Indonesia Women’s League (IWL), resmi bergulir kembali setelah sempat terhenti selama tujuh tahun sejak musim 2019 hingga Senin (19/10/2026).
Pertandingan pembuka pekan pertama yang diselenggarakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, langsung menyajikan duel berkualitas antara FC Bekasi City Women dan Persija Jakarta Women yang berkesudahan dengan skor imbang 1-1.
Pelatih kepala FC Bekasi City Women, Rudy Eka Priyambada, mengaku sangat terkejut sekaligus bangga atas tingginya perhatian media massa serta besarnya antusiasme pencinta sepak bola nasional yang menyambut kebangkitan kompetisi resmi sepak bola wanita ini.
Fajar dan Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Taklukkan Pasangan Malaysia
“Ya pertama-tama ya surprise ya. Surprise sekarang saya senang banget ada liga wanita. Hari ini banyak wartawan, biasanya tidak pernah datang untuk liga wanita,” kata Rudy di Jakarta.
Ia menilai atmosfer pertandingan pembuka berlangsung sangat dinamis dan sengit karena kedua klub menurunkan komposisi skuad terbaik termasuk sejumlah pemain asing yang mampu mengangkat tempo duel di atas lapangan hijau.
“Partai pembuka mungkin ya sangat menarik kedua tim menggunakan pemain asing dan juga kedua tim bermain saling menyerang. Semoga ya ke depannya, terus berjalan dan juga saya harapkan banyak untuk pemain-pemain yang bisa baru ke timnas, dan timnas ya bisa menuju Piala Dunia,” ujarnya.
TNBTS Batasi Akses Wisata Penanjakan Bromo Hingga Lemah Pasar Akibat Kebakaran
Pada pertandingan tersebut, FC Bekasi City menurunkan kuartet pemain asing yakni Nao Tsukamato dan Marin Kai asal Jepang, Misa Miamour Juana asal Amerika Serikat, serta Sofia Grace Iaderosa asal Kanada, sedangkan Persija menampilkan duet pesepak bola Jepang Saki Nishihara dan Michika Sakamoto, dengan gol penalti Nao berhasil disamakan oleh gol tendangan bebas terarah Saki.
Sementara itu, kapten tim FC Bekasi City sekaligus pilar tim nasional Indonesia, Ade Mustikiana Oktafiani, mengungkapkan bahwa bergulirnya kembali panggung kompetisi liga resmi menjadi momentum bersejarah yang telah lama dirindukan oleh seluruh atlet sepak bola wanita.
“Pastinya karena itu liga pertama lagi dan partai pembuka juga. Saat masuk lapangan itu, sangat-sangat ya pasti ada rasa ‘wah’ gitu karena memang sudah lama juga menantikan liga dan itu saatnya gitu, saatnya kami menunjukkan di lapangan,” tutur Ade.
Hadirnya kembali kompetisi reguler ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh pembinaan talenta muda putri Indonesia secara berkesinambungan guna memperkuat daya saing skuad Garuda Pertiwi di kancah turnamen internasional.
Baca Juga: Dampak Karhutla Meluas, Kemenhub Catat 2.458 Penerbangan Domestik Terganggu
Kunjungi Youtube: Matapadma









Hari ini : 1776
Bulan ini : 18199
Tahun ini : 37531
Total Kunjungan : 91679
Who's Online : 4