Jakarta, Matapadma – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah kawasan di Indonesia kian meluas dan berimbas serius terhadap mobilitas transportasi nasional. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sedikitnya 2.458 penerbangan domestik mengalami gangguan operasional akibat kabut asap tebal yang menyelimuti ruang udara bandara.
Dari ribuan penerbangan yang terdampak tersebut, tercatat 1.324 jadwal terpaksa dibatalkan (cancelled), sementara 1.134 penerbangan lainnya mengalami penundaan jadwal keberangkatan (delay) dengan durasi bervariasi antara dua hingga lebih dari lima jam.
Penurunan jarak pandang mendatar (visibility) di landas pacu menjadi pertimbangan mendesak bagi otoritas penerbangan untuk membekukan sementara aktivitas lepas landas dan pendaratan. Di beberapa titik bandara, jarak pandang dilaporkan merosot tajam hingga di bawah 500 meter, jauh dari batas aman operasional penerbangan komersial.
Siapkan Rencana Tata Ruang 20 Tahun, Pemkab Demak Tekankan Transparansi dan Partisipasi Publik
Sebaran kabut asap yang sebelumnya didominasi oleh titik panas di Pulau Sumatera dan Kalimantan, kini dilaporkan mulai bergerak meluas menuju kawasan Indonesia bagian timur, termasuk sebagian wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Maluku Utara.
“Langkah pembatalan dan penundaan penerbangan diambil murni demi menjamin keselamatan serta keamanan jiwa seluruh penumpang dan awak pesawat. Kita tidak bisa berkompromi dengan aspek jarak pandang yang berada di bawah ambang batas keselamatan internasional,” tegas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub dalam keterangan resminya.
Kemenhub menginstruksikan seluruh badan usaha angkutan udara niaga untuk proaktif memberikan pelayanan kompensasi keterlambatan, pengembalian dana tiket secara utuh (refund), maupun penjadwalan ulang (reschedule) tanpa membebankan biaya tambahan kepada calon penumpang yang perjalanannya terganggu.
Rutan Demak Digeledah, 15 Pria dan 5 Wanita Kasus Narkoba Dites Urine, Ini Hasilnya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama instansi penanggulangan bencana daerah terus mengintensifkan pemantauan citra satelit sebaran asap dan pola arah angin. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga mulai dikerahkan di beberapa provinsi guna memicu hujan buatan untuk menekan kepekatan partikel kabut asap di atmosfer.
Pemerintah mengimbau masyarakat luas yang berencana melakukan perjalanan udara untuk selalu mengecek pembaruan status penerbangan secara berkala melalui saluran resmi maskapai sebelum berangkat ke terminal bandara, guna mencegah penumpukan antrean penumpang.
Kunjungi Youtube: Matapadma






Hari ini : 360
Bulan ini : 15150
Tahun ini : 34482
Total Kunjungan : 88630
Who's Online : 3