Simpang Empat, Matapadma – Aktivitas pendidikan di seluruh satuan sekolah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, resmi dipulihkan ke sistem normal tatap muka setelah indeks standar pencemaran udara akibat kabut asap dinyatakan mereda pada Senin (19/10/2026).
Kebijakan pemulihan kegiatan belajar mengajar tersebut mengakhiri masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sempat diterapkan selama tiga hari penuh sejak 15 hingga 17 Oktober 2026, ketika kabut asap pekat kiriman kebakaran hutan dan lahan menyelimuti wilayah permukiman warga dan membahayakan kesehatan pernapasan para peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Adrianto, menyampaikan bahwa pemulihan proses pembelajaran langsung di ruang kelas diputuskan secara matang menyusul laporan teknis pemantauan atmosfer yang menunjukkan tren perbaikan kualitas udara secara konsisten dan signifikan.
Ulama MUI Serukan Shalat Istisqa Serentak untuk Atasi Bencana Karhutla
“Informasi kualitas udara dari Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukittinggi Koto Tabang untuk empat hari ke depan telah masuk kategori sehat, sehingga proses belajar mengajar kembali normal mulai Senin,” ujar Adrianto di Simpang Empat.
Pihaknya telah menerbitkan surat edaran kedinasan kepada seluruh koordinator wilayah kecamatan serta para kepala sekolah mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD, SMP, hingga satuan pendidikan swasta agar menyelenggarakan proses belajar tatap muka secara menyeluruh.
Sebelumnya, selama pemberlakuan pembelajaran jarak jauh, pihak sekolah diberikan keleluasaan mengombinasikan metode belajar dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring) dengan mempertimbangkan kondisi geografis serta ketersediaan sarana belajar masing-masing peserta didik.
TNBTS Batasi Akses Wisata Penanjakan Bromo Hingga Lemah Pasar Akibat Kebakaran
Kendati seluruh jenjang pendidikan telah diaktifkan kembali, kebijakan pemulihan proses tatap muka ini tetap disertai pengawasan ketat, mengingat dinas pendidikan siap melakukan langkah antisipasi cepat apabila sewaktu-waktu terjadi pergeseran arah angin yang membawa kabut asap kiriman baru ke kawasan permukiman.
“Penerapan masa berlaku ini akan terus kami evaluasi secara berkala dengan memantau perkembangan kondisi udara setiap harinya demi keselamatan anak-anak,” tegasnya.
Guna memastikan perlindungan kesehatan maksimal bagi warga sekolah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat terus mengintensifkan patroli kualitas udara seraya membagikan ribuan masker medis secara gratis kepada para siswa dan guru di sekolah.
Pemerintah daerah setempat turut mengimbau para orang tua dan wali murid agar senantiasa membiasakan anak-anak mencukupi konsumsi air putih, mengenakan masker pelindung saat beraktivitas di ruang terbuka, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah potensi gangguan infeksi saluran pernapasan akut.
Baca Juga: Pemkab Manggarai Prioritaskan Rekonstruksi Rumah Lansia Pascagempa
Kunjungi Youtube: Matapadma










Hari ini : 1254
Bulan ini : 16044
Tahun ini : 35376
Total Kunjungan : 89524
Who's Online : 28