Demak, Matapadma – Program pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu peserta, Sri Arumi (52), mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan tersebut.
Sri Arumi, warga Desa Sukodono, Kecamatan Bonang, yang sehari-hari mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Ia mengeluhkan saraf kejepit serta nyeri pada telapak kaki yang selama ini mengganggu aktivitasnya.
“Alhamdulillah, berobat gratis dan sangat membantu,” ujar Sri Arumi saat ditemui di sela kegiatan yang berlangsung di Desa Sukodono, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (10-06-2026).
Menurutnya, layanan kesehatan gratis seperti ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan akses pengobatan dengan biaya terjangkau. Setelah menjalani pemeriksaan, Sri Arumi juga mengaku telah menerima obat dari tenaga kesehatan yang bertugas.
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Demak Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Tambakbulusan
Ia menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sri Arumi berharap program serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.
“Semoga bermanfaat bagi orang-orang yang sakit. Terima kasih sekali,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak, Sri Fahrudin Bisri Slamet, mengatakan bahwa partainya menggelar pendidikan politik, sosialisasi, dan konsolidasi partai yang dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial serta penyuluhan dan pelayanan kesehatan gratis. Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Semangat Keberpihakan Partai kepada Wong Cilik serta Mengimplementasikan Nilai-nilai Marhaenisme.”
“Ini merupakan kegiatan ketiga yang kami laksanakan melalui program Dapur Marhaen dan pelayanan kesehatan gratis,” ujar Slamet.
Ia menjelaskan, program Dapur Marhaen dan layanan kesehatan gratis sengaja diprioritaskan di wilayah-wilayah yang dinilai strategis sekaligus menghadapi berbagai persoalan sosial. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan karena jarak menuju fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, relatif jauh.
Banjir Rob Makin Parah, DPRD Demak Usulkan Regulasi Penanganan Terpadu
Slamet menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata nilai-nilai Marhaenisme yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Nilai-nilai tersebut menekankan semangat kemandirian, gotong royong, serta keberpihakan kepada kaum marhaen atau rakyat kecil.
“Kami ingin memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sehingga berbagai penyakit dapat dideteksi sejak dini dan ditangani lebih cepat.
Ke depan, program Dapur Marhaen dan pelayanan kesehatan gratis direncanakan berlangsung secara berkelanjutan hingga tahun 2029 sebagai bentuk komitmen PDIP Kabupaten Demak dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat.
Baca Juga: Sebanyak 245 Atlet Ikuti Tes Fisik KONI Jelang Porprov 2026
Kunjungi Youtube: Matapadma













Hari ini : 222
Bulan ini : 3894
Tahun ini : 57539
Total Kunjungan : 358520
Who's Online : 3