Demak, Matapadma – Bupati Demak Eisti’anah bersama Wakil Bupati KH Muhammad Badruddin dan jajaran Forkopimda menghadiri prosesi abon-abon di Pendopo Notobratan Kadilangu, Minggu (24/05/2026). Dalam kesempatan itu, Pemkab Demak menerima minyak jamas pusaka peninggalan Sunan Kalijaga yang diserahkan langsung oleh rombongan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Abon-abon merupakan prosesi penyerahan uborampe atau bahan penjamasan pusaka dari Kasunanan Surakarta kepada Ahli Waris Sunan Kalijaga. Tradisi sakral ini menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Besar Demak menjelang puncak perayaan 10 Dzulhijah.
Minyak jamas yang dibawa rombongan Kasunanan Surakarta nantinya digunakan untuk menjamas dua pusaka peninggalan Kesultanan Demak, yakni Kutang Ontokusumo dan Keris Kyai Carubuk. Minyak tersebut merupakan pemberian dari Pakubuwono XIV, KGPAA Hamangkunegoro atau Gusti Purbaya, serta KGPHA Dipokusumo, dan diterima langsung oleh sesepuh ahli waris Sunan Kalijaga, HR Muhammad Cahyo Iman Santoso.
Bupati Demak Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Tekankan Semangat Boedi Oetomo untuk Kedaulatan Bangsa
Kedatangan rombongan prajurit Kasunanan Surakarta disambut Prajurit Patiunus bersama keluarga ahli waris Sunan Kalijaga. Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, Bupati Eisti’anah bersama jajaran Pemkab Demak turut menyerahkan uborampe telesan dan gunungan hasil bumi.
Dalam sambutannya, Bupati Eisti’anah mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya peninggalan leluhur. Menurutnya, tradisi jamasan pusaka bukan sekadar seremoni adat, melainkan simbol penghormatan terhadap sejarah, dakwah, dan perjuangan para wali dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Bupati Demak Luncurkan Air Minum Kemasan untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah
“Alhamdulillah serta terima kasih kami haturkan kepada keluarga Kasepuhan Kadilangu yang telah melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Demak dalam acara silaturahmi sekaligus penyerahan abon-abon ubarampe tradisi jamasan pusaka Sunan Kalijaga,” ujarnya.
“Termasuk di antara bentuk penghormatan kepada orang tua adalah melestarikan tradisi budaya yang ditinggalkan,” kata Eisti’anah menegaskan pentingnya nguri-uri budaya warisan leluhur.
Sementara itu, Sesepuh Kadilangu HR Muhammad Cahyo Iman Santoso menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Kasepuhan Kadilangu, Pemerintah Kabupaten Demak, dan Kasunanan Surakarta dalam menjaga tradisi tersebut. Ia menilai tradisi abon-abon dan jamasan pusaka merupakan warisan budaya yang tetap hidup meski telah berlangsung ratusan tahun.
Baca Juga: DPRD Demak Gelar Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda Penanganan Konflik Sosial
Kunjungi Youtube: Matapadma











Hari ini : 175
Bulan ini : 8399
Tahun ini : 52077
Total Kunjungan : 353058
Who's Online : 1