Demak, Matapadma – Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui program “Demang Ngantor Desa”. Program ini menghadirkan berbagai layanan langsung ke desa-desa, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mengurus administrasi ke pusat pemerintahan.
Bupati Demak, Eisti’anah, menjelaskan bahwa program ini melibatkan berbagai instansi, baik dari lingkungan pemerintah daerah maupun lembaga lain.
“Kami mengajak seluruh pelayanan di Pemerintah Kabupaten untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat desa. Tidak hanya dari internal, tetapi juga dari luar seperti BPJS Ketenagakerjaan, Samsat, hingga Imigrasi,” ujar Eisti saat kegiatan Bupati Ngantor di Desa Sumberejo, Rabu (15-04-2026).
Ia mengatakan, program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Selain mempermudah akses layanan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menampung aspirasi warga. Berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, mulai dari persoalan bantuan sosial hingga administrasi perpajakan, turut menjadi bahan evaluasi pemerintah.
Salah satu permasalahan yang mencuat, kata dia, adalah warga yang tidak lagi menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Pemerintah berkomitmen mencarikan solusi alternatif agar masyarakat tetap dapat mengakses program bantuan lainnya. Selain itu, kebutuhan warga dengan kondisi khusus, seperti keluarga dengan anak disabilitas, juga direspons melalui penyediaan program pelatihan kerja.
Sound The Shit Rilis Single Kedua “Bukan Telenovela,” Angkat Kisah Perjuangan Hidup Penuh Warna
Kegiatan perdana program ini dilaksanakan di Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen. Lokasi tersebut dipilih karena termasuk dalam program “Kecamatan Berdaya” yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi. Desa Sumberejo menjadi salah satu desa yang bersedia menjadi lokasi pelaksanaan awal.
Berbagai dinas turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Layanan yang diberikan meliputi administrasi kependudukan, kesehatan, hingga keluarga berencana.
Ke depan, program “Demang Ngantor Desa” akan diperluas ke kecamatan lain secara bertahap. Tahun ini ditargetkan menjangkau delapan kecamatan terlebih dahulu, sebelum akhirnya mencakup seluruh 14 kecamatan dalam kurun waktu lima tahun sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Meski saat ini kegiatan masih berlangsung dalam bentuk pelayanan satu hari, pemerintah berencana meningkatkan sosialisasi agar jangkauan manfaatnya lebih luas. Dengan demikian, tidak hanya warga desa setempat, tetapi juga masyarakat di wilayah sekitar dapat ikut memanfaatkan layanan tersebut.
Banjir Rendam SMPN 1 Karangtengah, Pembelajaran Dialihkan ke PJJ
Sementara itu, Pemerintah Desa Sumberejo mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Kepala Desa Sumberejo, Muhibullah, menyebut kegiatan ini sangat membantu warga karena layanan yang biasanya hanya tersedia di pusat kota kini bisa diakses langsung di desa.
“Alhamdulillah sangat membantu masyarakat Desa Sumberejo dan sekitarnya. Dengan adanya kegiatan ini, warga tidak perlu jauh-jauh. Perpanjangan pajak kendaraan bisa di sini, pengurusan KTP juga bisa langsung di desa,” ujarnya.
Menurutnya, layanan ini mampu memangkas jarak dan waktu tempuh warga secara signifikan. Ia menambahkan, Desa Sumberejo memiliki sekitar 3.500 jiwa usia produktif.
Untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), perangkat desa aktif melakukan penagihan langsung ke warga. Dalam tiga tahun terakhir, realisasi pembayaran pajak selalu berada di atas 80 persen.
“Tahun pertama 85 persen, tahun kedua 82 persen, dan tahun ini 83 persen. Untuk mencapai 100 persen memang cukup sulit karena ada kepemilikan tanah dari luar desa,” pungkasnya.
Baca Juga: 1.464 Jemaah Haji Asal Demak Siap Berangkat, Terbagi dalam Enam Kloter
Kunjungi Youtube: Matapadma












Hari ini : 280
Bulan ini : 5203
Tahun ini : 38797
Total Kunjungan : 339778
Who's Online : 3