Demak, Matapadma– Sebanyak 1.464 jemaah haji asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah, siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ribuan jemaah tersebut terbagi dalam enam kelompok terbang (kloter) dengan jadwal keberangkatan mulai 1 hingga 20 Mei 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Rahmi Indah Suciati, menyampaikan bahwa kloter pertama, yakni Kloter 32 SOC, dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 1 Mei 2026 dan akan dilepas oleh Bupati Demak di Gedung IPHI. Kloter ini terdiri dari 199 jemaah.
Selanjutnya, Kloter 33 SOC yang merupakan kloter utuh asal Demak berjumlah 353 jemaah akan diberangkatkan pada 2 Mei. Di hari yang sama, Kloter 34 juga diberangkatkan dengan jumlah 351 jemaah.
“Untuk Kloter 35, sebanyak 355 jemaah akan berangkat pada 3 Mei. Sedangkan Kloter 36 merupakan kloter gabungan dengan Kabupaten Jepara sebanyak 188 jemaah, juga diberangkatkan pada 3 Mei,” jelas Rahmi Indah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2026). Ia didampingi Operator Siskohat Kemenag Demak, Muhammad Rofiq.
Selain itu, terdapat 18 jemaah yang tergabung dalam Kloter 81 yang dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026. Mereka merupakan bagian dari jemaah cadangan yang telah masuk dalam kuota keberangkatan tahun ini.
Banjir Rendam SMPN 1 Karangtengah, Pembelajaran Dialihkan ke PJJ
Secara keseluruhan, total 1.464 jemaah tersebut terdiri atas jemaah reguler, Petugas Haji Daerah (PHD), serta pembimbing ibadah haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah jemaah haji asal Demak mengalami penurunan. Pada 2024, jumlah jemaah hampir mencapai 2.000 orang dan menempati peringkat pertama di Jawa Tengah. Sementara pada 2025 sekitar 1.500 jemaah, dan tahun ini turun menjadi 1.464 jemaah, berada di peringkat kelima.
“Penurunan ini bukan karena faktor tertentu, tetapi menyesuaikan jumlah pendaftar yang masuk dalam kuota tahun berjalan,” ujarnya.
Dari sisi latar belakang pekerjaan, mayoritas jemaah haji asal Demak masih didominasi oleh petani.
Banjir Limpasan Rendam 8 Desa di Karangtengah, Sawah Petani Terdampak
Terkait persiapan, berbagai tahapan telah dilakukan, mulai dari verifikasi dokumen, pemeriksaan kesehatan, hingga bimbingan manasik haji. Proses skrining kesehatan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat untuk memastikan jemaah memenuhi syarat istitha’ah (mampu secara kesehatan).
Selain itu, bimbingan manasik telah dilaksanakan sebanyak lima kali, terdiri dari satu kali di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan.
“Seluruh dokumen jemaah, termasuk paspor dan visa, alhamdulillah sudah selesai semua. Sehingga diharapkan tidak ada kendala saat pemberangkatan,” tambahnya.
Untuk pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), disebutkan telah rampung seluruhnya. Sementara itu, skema jemaah cadangan juga telah diakomodasi dalam kuota tahun ini, sehingga tidak ada cadangan tersisa di luar daftar keberangkatan.
Di sisi lain, terdapat sejumlah jemaah yang mengundurkan diri atau menunda keberangkatan karena meninggal dunia maupun alasan kesehatan. Sesuai ketentuan, porsi jemaah yang meninggal dunia dapat dilimpahkan kepada ahli waris atau dibatalkan, tergantung keputusan keluarga.
Baca Juga: Sound The Shit Rilis Single Kedua “Bukan Telenovela,” Angkat Kisah Perjuangan Hidup Penuh Warna
Kunjungi Youtube: Matapadma













Hari ini : 280
Bulan ini : 5203
Tahun ini : 38797
Total Kunjungan : 339778
Who's Online : 3