Demak, Matapadma— Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) memfasilitasi pemberian becak listrik bagi para pengemudi becak lansia di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat miskin dan rentan miskin agar tetap produktif dan mandiri secara ekonomi.
Deputi Bidang Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan BP Taskin, Zaidirina, menjelaskan bahwa sasaran utama program ini adalah pengemudi becak berusia 50 tahun ke atas.
“Karena salah satu tugas pokok kami adalah pemberdayaan masyarakat, maka masyarakat miskin dan rentan miskin menjadi prioritas. Oleh karena itu, kriteria penerima becak listrik ini adalah pengemudi becak yang sudah lansia,” ujar Zaidirina usai menyerahkan bantuan becak listrik di Pendopo Kabupaten Demak, Selasa (11-11-2025).
Ia berharap, melalui program ini para pengemudi becak dapat meningkatkan pendapatan mereka. Becak listrik dinilai lebih cepat dan efisien dibanding becak kayuh, meskipun tetap memerlukan kehati-hatian dalam penggunaannya.
Zaidirina juga memastikan bahwa pengisian daya becak listrik dapat dilakukan dengan mudah di rumah, menggunakan daya listrik yang umum dimiliki masyarakat.
Maruarar Sirait Apresiasi Perumahan Subsidi di Demak, Tegaskan Larangan Alih Fungsi Lahan Pertanian
“Ngecasnya seperti mengecas HP biasa. Ada adaptornya, tinggal colok di rumah, bahkan bisa sambil dibawa dicas,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuryana, menambahkan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membantu masyarakat kecil, terutama di daerah terpencil, melalui empat pilar utama: pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan kemanusiaan.
“Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak, pemerintah telah membagikan 2.000 unit becak listrik di seluruh Indonesia dan menargetkan 10.000 unit pada tahun ini, serta 30.000 unit pada tahun depan,” ujar Nuryana.
Menurutnya, gagasan pemberian becak listrik ini terinspirasi dari pengalaman Presiden Prabowo yang melihat seorang pengayuh becak berusia 70 tahun tampak sangat kelelahan.
“Beliau berpikir bagaimana caranya membantu. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan becak listrik agar tenaga mereka lebih ringan,” tambahnya.
Bupati Demak Sampaikan Pandangan Umum terhadap Dua Raperda Usulan DPRD Kabupaten Demak
Nuryana berharap program ini dapat benar-benar meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak dan keluarga mereka.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sebanyak 100 pengemudi becak lansia di Kabupaten Demak telah menerima becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
“Ini khusus untuk masyarakat miskin, terutama para pengemudi becak lansia. Tujuan Bapak Presiden memang agar tenaga mereka tidak terlalu terkuras di usia lanjut,” ujarnya.
Eisti’anah menambahkan, angka kemiskinan di Kabupaten Demak saat ini telah menurun menjadi 11 persen pada tahun 2025. Pemerintah daerah terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan memanfaatkan data P3KE dan DTKS agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
“Kami terus memastikan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Demak Tetapkan Hasil Reses Masa Sidang Kedua Tahun 2025
Kunjungi Youtube: Matapadma














Hari ini : 130
Bulan ini : 6366
Tahun ini : 50044
Total Kunjungan : 351025
Who's Online : 6