• About us
  • Kebijakan Cookies
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Matapadma
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO
No Result
View All Result
Matapadma
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO

FK2PD Jawa Tengah Deklarasikan Forum Pesantren Ramah Anak di Demak

Redaktur by Redaktur
15 Mei 2026
Reading Time: 3 mins read
0
FK2PD Jawa Tengah Deklarasikan Forum Pesantren Ramah Anak di Demak

0-3840x2160-0-0#

605
VIEWS

Demak, Matapadma— Forum Komunikasi Kiai Pesantren Demak (FK2PD) Jawa Tengah mendeklarasikan Forum Pesantren Ramah Anak dalam kegiatan yang digelar di Aula Pondok Pesantren Miftahul Ulum Jogoloyo, Kabupaten Demak, Jumat (15-05-2026).

Deklarasi tersebut menjadi langkah konkret untuk mencegah terulangnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pesantren, menyusul mencuatnya kasus di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pati. Kegiatan itu dihadiri para pengasuh pondok pesantren, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), serta pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Forum tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, ramah anak, serta bebas dari tindak kekerasan dan pelanggaran moral.

Ketua Forum Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren, Saefullah Maksum, mengatakan forum tersebut dibentuk sebagai wadah para pengasuh pesantren untuk berhimpun, berdiskusi, dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dunia pesantren saat ini.

“Para pengasuh pesantren bisa berhimpun untuk membahas berbagai macam rencana yang baik dalam memberdayakan pesantren. Kami ingin bersama-sama berbagi pengalaman dan membahas perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Menurut Saefullah, meskipun kasus yang terjadi hanya sebagian kecil dibanding jumlah pesantren di Indonesia, pihaknya merasa perlu mengambil langkah nyata agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan tidak berdampak luas terhadap citra pesantren secara umum.

“Pesantren yang selama ini sudah ikhlas mengabdi, berkembang baik, dan menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh jangan sampai terkena dampak negatif akibat ulah oknum yang melakukan pelanggaran,” katanya.

Ia menegaskan, forum tersebut juga bertujuan menjaga keberlangsungan pesantren yang selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan, pembinaan moral, dan pembentukan karakter masyarakat.

DPRD Demak Setujui Empat Raperda Strategis Bersama Bupati

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Demak, Aminudin, menilai berbagai kasus yang mencuat di media sosial membuat citra pesantren seolah-olah tidak ramah terhadap anak, meskipun kasus yang terjadi sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan jumlah pesantren yang ada.

“Kalau dipersentase mungkin sangat kecil, tetapi karena media sosial sekarang tidak bisa dibendung lagi, seakan-akan digeneralisasi bahwa pesantren itu tidak ramah,” ujarnya.

Ia mengatakan PCNU Demak telah menginstruksikan RMI untuk turun langsung ke pesantren-pesantren guna memberikan edukasi kepada santri maupun pengelola pesantren mengenai tata kelola pesantren yang baik, aman, dan ramah anak.

“Kami ingin memastikan tidak muncul lagi hal-hal yang tidak kita inginkan di lingkungan pesantren,” katanya.

<p> <img src="matapadma.jpg" alt=""> <strong>Matapadma:</strong> ... </p>

Aminudin juga menyoroti dampak besar pemberitaan terhadap keberlangsungan pesantren. Ia menyebut ada pesantren yang mengalami penurunan jumlah santri secara drastis akibat pemberitaan negatif yang beredar luas di media sosial.

“Ada pesantren yang biasanya menerima sekitar 800 santri, sekarang hanya sekitar 300 karena dampak pemberitaan. Ini sangat menyedihkan bagi dunia pesantren,” ungkapnya.

Ia berharap pemberitaan mengenai pesantren tetap disampaikan secara berimbang dan objektif agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap seluruh pesantren.

Kirab Budaya Apitan dan Sedekah Bumi Bakalrejo Meriah, Warga Doakan Desa Makmur dan Aman

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata, menegaskan komitmennya bersama para kiai dan pengasuh pesantren untuk mengampanyekan pesantren yang aman dan bebas dari tindakan menyimpang.

“Kami bersama seluruh pengasuh pesantren mendeklarasikan seruan moral untuk membantu sosialisasi ke seluruh pesantren agar perilaku-perilaku yang menyimpang dari norma agama dan hukum tidak ada di dunia pesantren,” ujarnya.

Ia menyebut berbagai kasus yang terjadi di sejumlah daerah menjadi keprihatinan bersama dan harus dijadikan pelajaran agar dunia pesantren terus melakukan pembenahan.

“Stop kekerasan, stop tindakan-tindakan amoral yang berdampak negatif terhadap pesantren. Saya yakin itu bukan perilaku ulama, tetapi oknum yang berkedok ulama,” tegasnya.

Zayinul berharap deklarasi tersebut dapat menjadi gerakan bersama yang tidak hanya dilakukan di Kabupaten Demak, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kami ingin pesantren tetap menjadi rahmatan lil ‘alamin dan menjadi bagian penting dari cita-cita para ulama serta pendiri bangsa yang harus terus dijaga,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pesantren yang terindikasi melakukan pelanggaran serius.

“Saya berharap pemerintah mulai mengoreksi pesantren-pesantren yang terindikasi melakukan pelanggaran agar segera ditindak dan dicabut izinnya supaya tidak terjadi dampak yang lebih luas,” pungkasnya.

Baca Juga: Grebeg Besar 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Demak Hadirkan Konsep Baru dan Hiburan Edukatif

Kunjungi Youtube: Matapadma

Tags: DemakFK2PDKiaiPesantren
Previous Post

Grebeg Besar 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Demak Hadirkan Konsep Baru dan Hiburan Edukatif

Next Post

DPRD Soroti Penanganan Rob di Demak, Dorong Pemda Fokus dan Perkuat Tata Kelola

Redaktur

Redaktur

Next Post
Matapadma

DPRD Soroti Penanganan Rob di Demak, Dorong Pemda Fokus dan Perkuat Tata Kelola

Audiensi Desa Wonoagung Berjalan Lancar, Dinpermades Demak Siap Tindak Lanjuti Proses Hukum

Audiensi Desa Wonoagung Berjalan Lancar, Dinpermades Demak Siap Tindak Lanjuti Proses Hukum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warga Karangtowo Keberatan Gedung Serbaguna Dialihfungsikan Jadi Dapur MBG, DPRD Demak Turun Tangan
Jawa Tengah

Warga Karangtowo Keberatan Gedung Serbaguna Dialihfungsikan Jadi Dapur MBG, DPRD Demak Turun Tangan

by Redaktur
20 Agustus 2026
Warga Jatirogo Keluhkan Debu Penggilingan Padi, DPRD Demak Rekomendasikan Sidak
Jawa Tengah

Warga Jatirogo Keluhkan Debu Penggilingan Padi, DPRD Demak Rekomendasikan Sidak

by Redaktur
18 Agustus 2026
Remisi HUT RI 2026, Harapan Baru bagi Warga Binaan Rutan Demak
Jawa Tengah

Remisi HUT RI 2026, Harapan Baru bagi Warga Binaan Rutan Demak

by Redaktur
17 Agustus 2026
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menggelar rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Demak Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).
Jawa Tengah

Sambut HUT ke-81 RI, DPRD Demak Gelar Rapat Paripurna Istimewa

by Redaktur
15 Agustus 2026

<p> <img src="matapadma.jpg" alt=""> <strong>Matapadma:</strong> ... </p>

Video

https://youtu.be/97T9HpnlnbY?si=F4OyjSEleU544QdZ
https://youtu.be/VXlaFEa43gs?si=rvTnFJ-xCd5wmSJA

JUMLAH KUNJUNGAN

0389820
Hari ini : 220
Bulan ini : 9102
Tahun ini : 88839
Total Kunjungan : 389820
Who's Online : 2
Alamat IP anda: 216.73.217.11
Matapadma

Copyright © 2024 matapadma.com

Navigate Site

  • About us
  • Kebijakan Cookies
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Jawa Tengah
  • Pendidikan
  • Historia
  • FOTO
  • Login

Copyright © 2024 matapadma.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In