Jakarta, Matapadma – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong seluruh peserta didik di ekosistem SMA Unggul Garuda atau SMA Garuda di seluruh Indonesia agar mampu mengenali potensi kepribadian diri guna mencetak prestasi gemilang hingga Senin (19/10/2026).
Penguatan mentalitas generasi muda unggulan tersebut menjadi bagian krusial dalam agenda sosialisasi penerimaan peserta didik baru tahun ajaran mendatang yang digelar serentak di puluhan titik sekolah rintisan pemerintah.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menyampaikan bahwa motivasi internal dan rasa percaya diri yang kokoh merupakan kunci utama seorang pelajar dalam menghadapi ketatnya persaingan akademik di era modern.
Kapolda Metro Dorong Pengenalan Literasi AI di Sekolah Muhammadiyah
“Harus dilihat kompetisi itu, medan kompetisinya seperti apa, materi kompetisinya seperti apa, apa yang harus disiapkan, dan strategi apa yang harus dilakukan. Anda ini punya energi besar dan saudara harus sadar akan hal itu,” kata Fauzan di Jakarta.
Ia menekankan bahwa bakat alami tidak akan menghasilkan prestasi optimal tanpa dibarengi riset mendalam terhadap tantangan dan kedisiplinan dalam menyusun peta jalan belajar secara berkesinambungan.
“Jangan pernah mengatakan tidak bisa sebelum mencoba, karena pikiran itu akan membatasi kemampuan diri. Sebaliknya, katakanlah saya bisa, saya pasti bisa melaluinya,” pesannya.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut turut membagikan pengalaman pribadinya yang berjuang dari bawah sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama demi menggapai impian menjadi seorang pendidik profesional.
“Gagal dan berhasil adalah dinamika yang pasti dihadapi setiap orang, tetapi keberhasilan selalu berpihak kepada mereka yang bekerja keras dengan daya juang tinggi. Ketidakberhasilan hanyalah tantangan yang harus dilewati,” tuturnya.
Saat ini jaringan ekosistem SMA Unggul Garuda telah menjangkau 51 lokasi di berbagai penjuru Tanah Air, yang terdiri atas 4 sekolah baru di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timor Tengah Selatan, serta 47 sekolah transformasi rintisan.
Model pembelajaran di sekolah unggulan ini dirancang memadukan kurikulum sains terapan mutakhir, penguasaan kecerdasan buatan, kepemimpinan berasrama, serta skema beasiswa pendidikan penuh bagi siswa berprestasi dari wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Melalui penyelenggaraan gelar griya dan pembekalan karakter berkelanjutan, pemerintah berkomitmen menjamin pemerataan akses pendidikan berkualitas tinggi bagi talenta terbaik bangsa guna menyongsong kepemimpinan Indonesia Emas pada masa mendatang.
Baca Juga: Kementan dan Kemenko PM Percepat Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pertanian
Kunjungi Youtube: Matapadma









Hari ini : 643
Bulan ini : 17066
Tahun ini : 36398
Total Kunjungan : 90546
Who's Online : 4