Demak, Matapadma – Guna meminimalkan potensi perundungan di lingkungan sekolah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 88 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan edukasi bahaya bullying kepada ratusan siswa SDN 1, SDN 3, SDN 4, dan MI Bahrul Ulum Temuroso, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Koordinator Divisi Ekraf KKN Posko 88, Wesley Aji Syah Putra, mengatakan bahwa program sosialisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap maraknya kasus perundungan di sekolah.
“Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami. Edukasi mengenai bullying sangat penting diberikan kepada anak-anak sejak dini agar mereka mampu mengenali bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta tahu langkah yang tepat saat melihat atau menjadi korban,” kata Wesley saat memberikan keterangan.
Ia menyampaikan bahwa tidak hanya mengajak para siswa untuk menghindari perilaku perundungan, tetapi juga mendorong mereka berani menunjukkan kepedulian antar sesama.
Enam Fraksi DPRD Demak Sampaikan Pandangan Umum terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
“Lewat semangat berani baik, berani peduli, kami tidak hanya mengajak siswa untuk tidak menjadi pelaku perundungan, tetapi juga mendorong mereka berani menunjukkan kepedulian terhadap sesama teman,” ujarnya.
Menurutnya, penanaman sikap saling menghargai, membantu, dan tidak membeda-bedakan menjadi pondasi penting dalam menciptakan pertemanan yang sehat di sekolah.
“Sikap saling menghargai, membantu, dan tidak membeda-bedakan menjadi bagian penting untuk membangun pertemanan yang sehat di sekolah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wesley menjelaskan, kegiatan edukasi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa KKN untuk melatih keberanian siswa dalam menyikapi tindakan perundungan di sekolah. Siswa diarahkan untuk tidak terlibat sebagai pelaku, menolak pembiaran, serta berani melaporkan kejadian kepada guru atau orang dewasa.
“Anak-anak didorong untuk tidak diam saat melihat teman menjadi korban, melainkan berani meminta bantuan kepada guru atau orang tua di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Rapat Paripurna ke-31, Bupati Demak Tanggapi Masukan Fraksi Soal Perubahan APBD 2026
Sementara itu, Kepala MI Bahrul Ulum Temuroso, Nur Salim, menyambut baik pelaksanaan edukasi tersebut. Kegiatan semacam ini, kata Nur Salim, dapat memberikan pengetahuan sekaligus motivasi kepada siswa untuk membangun perilaku yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga bermanfaat untuk anak-anak, menambah pengetahuan, menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan berkembang menjadi generasi yang lebih baik untuk kedepanya,” ujarnya.
Ia berharap nilai-nilai positif maupun materi yang telah disampaikan para mahasiswa KKN dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka tidak hanya mampu mengenali dan mencegah perundungan, tetapi juga aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta kondusif.
“Semoga materi dan nilai-nilai kebaikan yang disampaikan oleh kakak-kakak KKN tidak sekadar menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan dalam keseharian anak-anak. Dengan begitu, mereka tidak hanya paham cara mencegah bullying, tetapi juga ikut menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman dan nyaman bagi semua,” harapnya.
Baca Juga: Respons Maraknya Pergaulan Bebas, Mahasiswa KKN Posko 88 Gelar Edukasi Preventif di Desa Temuroso
Kunjungi Youtube: Matapadma






Hari ini : 54
Bulan ini : 2981
Tahun ini : 8185
Total Kunjungan : 62333
Who's Online : 6