Demak, Matapadma – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 88 Desa Temuroso menggelar kegiatan sosialisasi edukatif di MTs Bahrul Ulum, Desa Temuroso, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, pada Jumat (28-08-2026). Kegiatan yang bertajuk bahaya pergaulan bebas ini menyasar siswa-siswi madrasah tsanawiyah (MTs) sebagai upaya membangun kesadaran dini terhadap berbagai bentuk penyimpangan sosial yang rawan menjerat kalangan remaja.
Mahasiswa KKN Posko 88, Ahmad Zulfa menyampaikan bahwa para peserta yang mayoritas siswa madrasah tsanawiyah perlu mewaspadai empat ancaman utama, yaitu penyalahgunaan narkotika, konsumsi minuman keras, tawuran antarpelajar, dan perilaku seks bebas yang dapat merusak masa depan mereka.
“Ada empat hal utama yang perlu teman-teman hindari demi meraih masa depan yang cerah, yaitu bahaya penyalahgunaan narkotika, dampak buruk minuman beralkohol, risiko tawuran antarpelajar, serta ancaman seks bebas bagi kesehatan,” ujar Ahmad Zulfa.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digagas sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya fenomena pergaulan bebas di kalangan remaja belakangan ini.
Enam Fraksi DPRD Demak Sampaikan Pandangan Umum terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
“kegiatan ini digagas sebagai respons atas keprihatinan terhadap maraknya fenomena pergaulan bebas di kalangan remaja belakangan ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya tak hanya membeberkan ancaman bahaya. Namun, juga membekali para siswa dengan langkah-langkah praktis untuk menolak ajakan negatif.
“Di sini kami tidak hanya melarang, tetapi juga mengajarkan cara berani berkata ‘tidak’ pada ajakan yang merugikan, serta bagaimana memilih lingkaran pertemanan yang sehat dan positif,” tuturnya.
Polisi Ungkap Kasus Jenazah Terbakar di Pos Ronda Demak, Pelaku Ditangkap
Sementara itu, Kepala MTs Bahrul Ulum, Nur Hasan, mengapresiasi penuh inisiatif dari mahasiswa KKN Posko 88 Desa Temuroso di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan menjadi bekal dan benteng yang sangat berharga bagi peserta didik.
“Program edukasi ini sangat baik karena dapat memberikan bekal pengetahuan sekaligus menjadi benteng moral bagi generasi muda Desa Temuroso agar terhindar dari pergaulan yang menyimpang,” ungkap Nur Hasan.
Ia berharap agar kegiatan edukatif serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.
“Kami menyambut baik inisiatif ini dan berharap sosialisasi edukatif seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk membimbing anak-anak kami,” harapnya.
Baca Juga: Rapat Paripurna ke-31, Bupati Demak Tanggapi Masukan Fraksi Soal Perubahan APBD 2026
Kunjungi Youtube: Matapadma









Hari ini : 36
Bulan ini : 2963
Tahun ini : 8167
Total Kunjungan : 62315
Who's Online : 1