Demak, Matapadma– Kepala Desa Tedunan, Zaenal Afif, menyebut program Demak Ngantor Desa yang dipusatkan di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026), sebagai catatan sejarah bagi desanya.
Menurutnya, baru kali ini seluruh pelayanan dari Pemerintah Kabupaten Demak dibawa langsung ke desa.
“Ini jadi sejarah Desa Tedunan, mencetak sejarah membawa semua pelayanan ke Desa Tedunan,” ujar Afif.
Afif menyampaikan terima kasih kepada Bupati Demak, Eisti’anah, yang telah menunjuk Desa Tedunan sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.
“Alhamdulillah, saya terima kasih dengan Ibu Bupati yang menunjuk Desa Tedunan sebagai tempat pelaksanaan Demak Ngantor Desa. Manfaatnya sangat besar sekali, terutama untuk warga kita yang sangat mengharapkan pelayanan. Jadi dengan adanya Demak Ngantor Desa ini pelayanan bisa dekat dengan masyarakat, itu yang sangat berkah,” ungkapnya.
Ia menilai, program jemput bola ini sangat membantu warga. Selama ini, pelayanan yang paling sering dikeluhkan masyarakat adalah administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), yang jika diurus melalui kecamatan prosesnya masih lama.
Desa Tedunan sendiri memiliki 1.100 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 3.500 jiwa.
Apresiasi Kades tersebut sejalan dengan tujuan Pemkab Demak menggelar Demak Ngantor Desa. Bupati Demak, Eisti’anah, mengatakan pemilihan Tedunan karena letak geografisnya yang berada di ujung timur laut dari pusat Kabupaten Demak.
“Tedunan ini timur utaranya pusat kota, pusat kabupaten, pusat pelayanan. Nah, ini tujuannya ingin mendekatkan. Maturnuwun Pak Kades,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Bupati menegaskan, Demak Ngantor Desa adalah komitmen Pemkab untuk menghadirkan pelayanan dengan pendekatan jemput bola, sehingga masyarakat tidak harus selalu datang ke pusat pemerintahan.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab menghadirkan berbagai layanan terpadu. Mulai dari pembayaran PBB-P2 melalui mobil layanan Mona Lisa, administrasi kependudukan, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Puskesmas Wedung II, literasi anak dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, hingga layanan ketenagakerjaan berupa informasi lowongan kerja dan pembuatan kartu kuning AK-1 dari Dinnakerind.
Layanan baru yang paling menyita perhatian adalah pelayanan keimigrasian hasil kerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang.
“Pada kesempatan ini mobil Mona Lisa untuk pembayaran PBB-P2 dan macam-macam lagi. Kemudian yang baru kita gandeng dari Imigrasi, kita bekerja sama dengan Imigrasi Semarang. Kita angkut kalau ada pengurusan berkaitan paspor,” jelas Bupati.
Tak hanya layanan, Pemkab juga mendorong pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) / desil untuk bantuan sosial, serta menghadirkan sembako murah dari BUMN dan BUMD untuk membantu kebutuhan pokok sekaligus menekan inflasi.
Pada kesempatan itu, Bupati juga memaparkan pembangunan di Kecamatan Wedung, salah satunya Jembatan Babalan yang diusulkan sejak Musrenbang 2021 dan terealisasi pada 2024 dengan anggaran Rp9,6 miliar.
“Alhamdulillah, sudah terealisasi Rp9,6 miliar. Insyaallah ini membantu meningkatkan perekonomian warga masyarakat khususnya Kecamatan Wedung,” pungkasnya.
Baca Juga: Stok Beras 4,5 Juta Ton Disiapkan Hadapi El Nino Ekstrem
Kategori Jawa Tengah
Baca Juga: Stok Beras 4,5 Juta Ton Disiapkan Hadapi El Nino Ekstrem
Kunjungi Youtube: Matapadma







Hari ini : 982
Bulan ini : 19252
Tahun ini : 38584
Total Kunjungan : 92732
Who's Online : 6