Demak, Matapadma– Dampak kemarau ekstrem yang menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan debit turut dirasakan Pondok Pesantren Girikusuma, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kondisi tersebut membuat pengelola pesantren harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih para santri.
Kepedulian terhadap kondisi tersebut ditunjukkan wartawan Demak bersama Polres Demak dengan menyalurkan bantuan air bersih ke Pondok Pesantren Girikusuma, Jumat (11/9/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya Kabupaten Demak bersama jajaran kepolisian.
Pimpinan Pondok Pesantren Girikusuma, Hanif Maimun, mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir debit sejumlah sumber air yang menjadi penopang kebutuhan pesantren sempat mengalami penurunan. Bahkan, terdapat sumber air yang untuk sementara tidak dapat dialirkan ke lingkungan pondok.
“Alhamdulillah, untuk minggu-minggu ini debit air yang menjadi sumber di pondok pesantren sudah mulai agak naik lagi. Kemarin memang sempat ada mungkin tiga mingguan atau satu bulan, beberapa sumber air yang menjadi penopang di pondok memang sempat mengalami kekurangan,” ujarnya.
Menurut Hanif, ketika sumber air tidak lagi mencukupi, pihak pesantren terpaksa membeli air dari PDAM menggunakan tangki untuk memenuhi kebutuhan para santri.
“Biasanya ketika memang sudah tidak ada sumber air yang bisa kita ambil, kita terpaksa harus membeli dari PAM, dari PDAM. Kita beli setiap hari pakai tangki untuk suplai kebutuhan para santri yang ada di pondok pesantren,” jelasnya.
Ia menyambut baik bantuan air bersih yang diberikan wartawan Demak bersama Satreskrim Polres Demak. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk menunjang berbagai aktivitas di lingkungan pesantren dan lembaga-lembaga yang berada di bawahnya.
Bulan Dana PMI Demak 2026 Resmi Dibuka, Tak Ada Target Pengumpulan Dana
“Alhamdulillah, kami sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu suplai air. Ini tentu akan sangat bermanfaat untuk kegiatan-kegiatan yang ada di pondok pesantren dan juga lembaga-lembaga yang ada di bawah pesantren,” katanya.
Hanif menjelaskan, meskipun debit air saat ini mulai kembali normal, kebutuhan air di lingkungan pesantren cukup besar. Aliran air harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan pondok putra, pondok putri, serta berbagai lembaga pendidikan yang berada di bawah pesantren.
“Meski debitnya sudah mulai normal, tetap kita harus membagi aliran-alirannya untuk kebutuhan yang ada di pondok putri, pondok putra, dan lembaga-lembaga. Harapannya nanti bantuan air ini bisa lebih menjangkau dan juga menutup kebutuhan santri-santri dan kegiatannya,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan santri melakukan tayamum akibat kekurangan air, Hanif menyebut kondisi tersebut belum sampai terjadi. Ketersediaan air untuk kebutuhan ibadah, khususnya wudu dan salat, masih mencukupi.
Menurutnya, keterbatasan air lebih berdampak pada sejumlah kebutuhan primer santri lainnya, seperti mandi dan mencuci. Pengelola pesantren juga sempat mengalami kendala dalam pelayanan laundry yang dikelola secara terpusat dan membutuhkan pasokan air cukup besar.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Demak AKP Arlan Budi Kusuma menerangkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi antara insan pers dengan aparat kepolisian untuk membantu masyarakat yang terdampak kemarau ekstrem.
Sebanyak lima tangki air bersih disalurkan kepada masyarakat dan pondok pesantren. Penyaluran diprioritaskan ke Pondok Pesantren Girikusuma setelah pihaknya mendapatkan informasi mengenai kondisi para santri yang mengalami kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kita salurkan ke pondok pesantren karena di Pondok Pesantren Girikusuma ini kita mendapatkan informasi kalau para santri kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan bahkan untuk ibadah,” jelas Arlan.
Raperda Perubahan APBD Demak 2026 Disetujui, Pemkab Segera Siapkan Pelaksanaan Program
Ia mengatakan, Polres Demak juga melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kemarau ekstrem. Setidaknya ada dua hal yang menjadi perhatian kepolisian.
Pertama, mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat oleh Bhabinkamtibmas hingga jajaran di tingkat polsek dan polres agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Kedua, terkait persoalan kekurangan air bersih. Polres Demak berencana melakukan kegiatan penyaluran bantuan air secara berkelanjutan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami akan berupaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Bantuan seperti ini akan terus dilakukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Ketua PWI Kabupaten Demak, Wahib Pribadi, menambahkan bahwa kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu wujud kepedulian bersama antara media dan kepolisian terhadap masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak.
Menurutnya, insan pers tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama antara wartawan dan kepolisian kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak kekeringan. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini dapat meringankan kebutuhan warga dan para santri,” kata Wahib.
Ia berharap sinergi antara insan pers, kepolisian, dan berbagai pihak lainnya dapat terus terjalin, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di tengah kondisi kemarau ekstrem.
Baca Juga: Raperda Perubahan APBD Demak 2026 Disetujui, Pemkab Segera Siapkan Pelaksanaan Program
Kunjungi Youtube: Matapadma











Hari ini : 242
Bulan ini : 4946
Tahun ini : 10150
Total Kunjungan : 64298
Who's Online : 33