Demak, Matapadma— Anggota Bawaslu Demak, Kusfitria Marstyasih beserta jajaran Sekretariat Bawaslu Demak memberikan pengarahan dan pendampingan dalam perhelatan Pemilihan OSIS (Pemilos) di SLB Negeri 1 Demak, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan pendidikan dan dorongan terhadap praktik berdemokrasi yang inklusif.
Kusfitria yang akrab disapa Pipit menuturkan, Pemilos di SLB Negeri 1 merupakan praktik nyata demokrasi inklusif. Tidak ada ruang diskriminasi bagi semua yang memiliki hak, termasuk bagi penyandang disabilitas.
“Pemilos di SLB ini bagian bukti konkret dari demokrasi inklusif. Di Pemilu, bagi semua yang memiliki hak pilih seharusnya tidak ada ruang diskriminasi,” tuturnya.
“Pun dalam Pemilu, khususnya dalam tahapan pemungutan suara memang seharusnya harus ramah dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu juga menggalakkan edukasi terkait pelanggaran-pelanggaran Pemilu kepada pemilih di SLB. Hal ini dilakukan agar dapat meminimalisir potensi pelanggaran yang terjadi saat Pemilos.
Bulan Dana PMI Demak 2026 Resmi Dibuka, Tak Ada Target Pengumpulan Dana
“Salah satu yang menjadi potensi pelanggaran adalah berkampanye saat tahapan pemungutan suara dan juga intimidasi ke Pemilih,” ujarnya.
Agar materi pencegahan pelanggaran Pemilu dapat tersampaikan kepada pemilih berkebutuhan khusus sesuai kapasitas mereka, Pipit menekankan pentingnya kerja sama antara Bawaslu dengan pihak sekolah.
“Diperlukan kerja sama antara Bawaslu dengan pihak SLB sebagai upaya pencegahan bagi mereka yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Selain itu, Bawaslu Kabupaten Demak mengusulkan adanya TPS khusus untuk pemilih yang memiliki kebutuhan khusus di SLB. Usulan ini bertujuan memudahkan aksesibilitas bagi pemilih berkebutuhan khusus dan sebagai upaya mewujudkan demokrasi inklusif.
Senada, Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Demak, Muhson, menuturkan Pemilos di SLB merupakan bagian dari penerapan demokrasi inklusif.
Forum Konsultasi Publik DPMPTSP Demak Dorong Pelayanan Lebih Cepat, Mudah, dan Responsif
“Demokrasi bukan hanya untuk orang normal saja, tetapi juga untuk anak-anak istimewa,” tuturnya.
Muhson mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Demak yang telah memberikan edukasi dan pendampingan dalam perhelatan Pemilos. Ia menyebut Pemilos kali ini merupakan yang pertama kali didampingi Bawaslu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Demak atas ilmu yang diberikan dan pendampingan Pemilos dari awal sampai selesai,” imbuhnya.
Pemilos yang digelar di halaman sekolah tersebut diikuti tiga pasangan calon OSIS, yakni Paslon 01 Talita Lubna Hanania, Paslon 02 Alfian Zazama dan M. Alfian Hidayat, dan Paslon 03 Sabila Choirunnisa dan Marsyandi Novriyanto Putra.
Hasilnya, Paslon nomor urut 02 terpilih sebagai pemenang dengan perolehan 31 suara dari 79 surat suara yang digunakan. Rinciannya 75 suara sah dan 4 suara tidak sah.
Baca Juga: Sedekah Air Bersih, Wartawan dan Polres Demak Peduli Ponpes Girikusuma
Kunjungi Youtube: Matapadma










Hari ini : 242
Bulan ini : 4946
Tahun ini : 10150
Total Kunjungan : 64298
Who's Online : 33