Demak, Matapadma – Bupati Demak Eisti’anah menegaskan petugas protokol tidak cukup hanya paham aturan keprotokolan, tetapi juga harus sigap membaca situasi di lapangan.
Hal itu disampaikan saat membuka Pelatihan Keprotokolan Tahun 2026 dengan tema “Perkuat Kompetensi, Selaraskan Standar Keprotokolan” di Ballroom Hotel Amantis Demak, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026).
“Seorang petugas protokol tidak cukup hanya memahami aturan, tetapi juga harus mampu menerapkan aturan tersebut secara tepat dalam berbagai situasi yang dinamis,” kata Eisti’anah.
Menurutnya, tugas protokol tidak hanya soal tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan. Lebih dari itu, protokol dituntut mampu mengatur alur kegiatan, menjaga ketenangan saat terjadi perubahan mendadak, serta memberikan pelayanan terbaik kepada pimpinan, tamu undangan, dan peserta.
Petugas protokol, lanjut Eisti’anah, adalah penghubung antara pimpinan dengan tamu undangan dan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu harus menguasai komunikasi, public speaking, penguasaan panggung, pengaturan intonasi, hingga kemampuan membangun suasana acara yang tertib, nyaman, dan komunikatif.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto, Kabag Prokompim Setda Demak Agustin Eka Safitri, praktisi Master of Ceremony (MC) Dona Trisukma, serta peserta dari perangkat daerah, bagian di lingkungan Setda, dan Puskesmas se-Kabupaten Demak.
Kabag Prokompim Setda Demak, Agustin Eka Safitri, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa potensi keprotokolan perlu terus diperkuat dan standar pelayanan harus diselaraskan agar setiap petugas memiliki acuan yang sama.
Sementara Sekda Demak Akhmad Sugiharto menegaskan, keprotokolan adalah wajah Pemerintah Daerah yang mencerminkan profesionalisme dan wibawa Pemkab Demak. Keberadaan petugas protokol di perangkat daerah diharapkan membantu Prokompim menangani kegiatan di perangkat daerah masing-masing.
“Tugas protokol bukan sekadar mengatur kegiatan seremonial, melainkan mencakup manajemen kegiatan pimpinan mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi,” tegas Akhmad Sugiharto.
Ia menambahkan, perubahan dalam sebuah acara bisa terjadi sangat cepat sehingga butuh kolaborasi yang baik antara petugas protokol dengan perangkat daerah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari praktisi MC Dona Trisukma, mulai dari public speaking, cara mengatasi grogi, kepekaan terhadap situasi acara, hingga membedakan acara formal, semi formal, dan nonformal.
Peserta juga dibekali cara menyusun script acara, mulai dari rundown, pembukaan, sapaan, perkenalan, bridging antar segmen, hingga penutup, serta persiapan wajib seperti datang tepat waktu, mengenali atmosfer acara, koordinasi dengan PIC dan tamu VIP, serta mempelajari profil narasumber.
Baca Juga: Stok Beras 4,5 Juta Ton Disiapkan Hadapi El Nino Ekstrem
Kunjungi Youtube: Matapadma









Hari ini : 1732
Bulan ini : 18155
Tahun ini : 37487
Total Kunjungan : 91635
Who's Online : 61