Jakarta, Matapadma – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan fenomena hujan ringan berpotensi membasahi mayoritas kota besar di wilayah barat hingga timur Indonesia pada Senin (19/10/2026).
Berdasarkan analisis sirkulasi atmosfer harian, kelembapan udara yang cukup basah serta adanya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memicu pertumbuhan awan konvektif penghasil presipitasi di belasan ibu kota provinsi dan kawasan aglomerasi perkotaan di seluruh penjuru nusantara.
Prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Nisa, memaparkan bahwa sejumlah daerah yang diprediksi diguyur presipitasi dengan intensitas ringan mencakup Banda Aceh, Medan, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Yogyakarta, Mataram, Pontianak, Palangka Raya, Palu, Manado, Jayapura, serta Jayawijaya.
Jalur Pendakian Ditutup Akibat Kebakaran Latimojong Belum Padam Selama Sepekan
“Untuk wilayah Padang dan Tanjung Selor terdapat potensi hujan disertai kilat atau petir, sedangkan Pekanbaru dan Nabire berpeluang mengalami hujan berintensitas sedang,” kata Nisa dalam siaran prakiraan cuaca di Jakarta.
Sementara itu, kawasan kota metropolitan lain seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, Makassar, dan Mamuju diprakirakan dominan berada dalam kondisi berawan hingga berawan tebal sepanjang hari dengan suhu udara berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius.
BMKG juga mendeteksi adanya lapisan udara kabur yang menyelimuti wilayah Tanjung Pinang, Palembang, Kupang, Samarinda, Kendari, Gorontalo, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, serta Merauke akibat tingginya konsentrasi partikel debu dan kelembapan permukaan yang relatif rendah.
Struktur Pemecah Ombak Hex-Brick Disiapkan di Pesisir Demak Antisipasi Abrasi Pantura
Di sektor kedirgantaraan, Nisa mengingatkan maskapai penerbangan agar meningkatkan kewaspadaan navigasi terhadap pembentukan awan kumulonimbus di koridor udara Samudera Hindia barat Aceh, Selat Malaka, perairan Sumatera, Laut Natuna Utara, hingga Samudera Pasifik utara Papua.
“Bagi para nelayan dan masyarakat pengguna transportasi laut, perlu mewaspadai gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung serta perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Selain ancaman gelombang tinggi samudra, BMKG mengimbau masyarakat pesisir di Kepulauan Riau, Jakarta Utara, pantai utara Jawa, hingga pesisir Kalimantan untuk bersiap menghadapi potensi genangan banjir rob akibat fase pasang air laut maksimum yang bertepatan dengan fenomena fase bulan.
BMKG menyarankan publik untuk senantiasa memantau pembaruan informasi cuaca resmi melalui aplikasi ponsel Info BMKG serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi keabsahannya.
Baca Juga: BMKG Ungkap Lapisan Asap Karhutla di Atmosfer Jakarta Belum Sentuh Permukaan
Kunjungi Youtube: Matapadma








Hari ini : 301
Bulan ini : 16724
Tahun ini : 36056
Total Kunjungan : 90204
Who's Online : 15