Demak, Matapadma– Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, membagi perbaikan Jalan Sultan Fatah di kawasan perkotaan menjadi dua tahap. Pekerjaan tahap pertama sepanjang sekitar 180 meter menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement, sedangkan tahap berikutnya akan dilanjutkan hingga kawasan depan Pasar Bintoro.
Kedua tahap pekerjaan tersebut menggunakan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tahap pertama bersumber dari APBD reguler, sementara pekerjaan lanjutan akan menggunakan APBD Perubahan.
Ketua Tim Pelaksana Peningkatan Jalan dan Jembatan Bina Marga Kabupaten Demak, Indra Susanto, mengatakan pekerjaan tahap pertama saat ini menjadi bagian dari program perbaikan Jalan Sultan Fatah yang secara keseluruhan akan dilanjutkan hingga depan Pasar Bintoro.
“Secara kontrak desainnya menggunakan rigid pavement, perkerasan beton full sepanjang 180 meter dengan anggaran APBD reguler,” ujar Indra saat ditemui di ruang kerjanya, Bina Marga Demak, Kamis (17/9/2026).
Indra menjelaskan, ruas yang dikerjakan pada tahap pertama memiliki panjang sekitar 180 meter, lebar 7 meter, dan ketebalan beton 20 sentimeter. Anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan tersebut mencapai sekitar Rp2 miliar.
Pekerjaan tahap pertama ditargetkan rampung pada awal Desember 2026. Setelah itu, pekerjaan akan dilanjutkan melalui APBD Perubahan hingga kawasan depan Pasar Bintoro.
Cegah Viral di Medsos, Polres Demak Bekali Personel Cara Hadapi Keluhan Warga
Untuk tahap kedua, konstruksi jalan akan menggunakan perpaduan rigid pavement dan flexible pavement. Pada bagian yang menggunakan konstruksi aspal, material yang digunakan terdiri atas dua lapisan, yakni AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) dan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course).
Indra mengatakan pekerjaan tahap kedua diupayakan dapat diselesaikan sebelum Natal 2026, atau paling lambat sekitar 25 Desember. Namun, target tersebut tetap bergantung pada kelancaran proses pengadaan.
“Semua itu tergantung nanti proses pengadaannya, kalau tidak ada gangguan. Mungkin targetnya sebelum Nataru, sebelum Natal berarti kurang lebih 25 Desember maksimal,” katanya.
Menurut Indra, proses pengadaan untuk pekerjaan lanjutan melalui APBD Perubahan telah dapat dilakukan setelah adanya pengesahan pra-DPA. Saat ini, tahapan pengadaan untuk pekerjaan lanjutan Jalan Sultan Fatah tersebut masih berjalan.
Ia memastikan sejauh ini tidak terdapat kendala teknis berarti dalam pelaksanaan pekerjaan. Desain pekerjaan telah disiapkan, sementara pengaturan lalu lintas telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
“Kalau kendala teknis insyaallah sudah tidak ada. Karena desainnya juga tipikal, lajur lalu lintas pun sudah kita koordinasikan dengan Polres, pengalihan lalu lintas sudah ada, rambu-rambu juga sudah lengkap,” jelasnya.
Sekda Demak Minta BPD Awasi Kades Secara Objektif, Jangan Bawa Urusan Pribadi
Terkait penggunaan jenis konstruksi yang berbeda dalam dua tahap pekerjaan, Indra menjelaskan bahwa pemilihannya disesuaikan dengan desain, kondisi jalan, beban lalu lintas, serta pertimbangan efisiensi anggaran.
Ruas yang berada mendekati traffic light dipilih menggunakan rigid pavement karena menerima tekanan beban lalu lintas yang lebih besar. Sementara ruas berikutnya menggunakan flexible pavement atau konstruksi aspal.
“Karena jalur tersebut sekarang sudah bukan jalur utama. Tahap pertama menggunakan rigid karena itu jalur yang mendekati traffic light, di mana tekanan bebannya lebih besar. Sedangkan untuk yang selanjutnya kita menggunakan flexible pavement untuk efisiensi anggaran dan efektivitas target panjang,” ujarnya.
Perbaikan Jalan Sultan Fatah tersebut dilakukan untuk menangani kondisi jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Sejumlah bagian jalan diketahui mengalami kerusakan, mulai dari bergelombang hingga berlubang, serta kerap terdampak genangan air.
Indra mengatakan konstruksi beton dinilai lebih tahan terhadap pengaruh air. Karena itu, penerapan rigid pavement pada ruas yang mendekati traffic light diharapkan dapat meningkatkan ketahanan jalan dan mengurangi persoalan kerusakan yang selama ini terjadi.
“Salah satu konstruksi jalan yang paling aman terhadap air memang beton. Insyaallah dengan adanya rigid pavement di area mendekati traffic light yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, yang sering banjir, terus kondisinya rusak bergelombang sampai berlubang, insyaallah sudah tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Baca Juga: Jelang Hari Tani Nasional, Gapoktan Demak Diajak Jaga Keamanan Lingkungan Persawahan
Kunjungi Youtube: Matapadma










Hari ini : 208
Bulan ini : 7952
Tahun ini : 13156
Total Kunjungan : 67304
Who's Online : 2