Demak, Matapadma – Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendorong pengembangan sorgum sebagai pangan alternatif pengganti beras yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Upaya diversifikasi pangan lokal ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal itu ditegaskan Bupati Demak Eisti’anah saat menghadiri Lomba Kreasi Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Kabupaten Demak di Pendopo Kabupaten Demak, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Tani Nasional.
Eisti’anah mengatakan, masyarakat harus mulai melihat bahwa sumber karbohidrat tidak hanya beras. Di sekitar kita banyak komoditas lokal seperti jagung, dan salah satunya yang kini didorong adalah sorgum.
Sekda Demak Minta BPD Awasi Kades Secara Objektif, Jangan Bawa Urusan Pribadi
“Ini sebagai upaya agar bahan pangan tidak hanya beras saja, tetapi ada berbagai bahan baku lainnya yang ada di sekitar kita,” kata Eisti’anah.
Menurutnya, sorgum menjadi komoditas yang paling potensial dikembangkan saat ini. Selain dapat dikonsumsi langsung sebagai pengganti beras, sorgum juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
Pendampingan dilakukan agar hasil panen sorgum dapat diolah menjadi tepung yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai jenis makanan seperti kue, mi, hingga roti.
Jelang Hari Tani Nasional, Gapoktan Demak Diajak Jaga Keamanan Lingkungan Persawahan
“Produk-produk dari sorgum bukan hanya dikonsumsi langsung, tetapi diupayakan menjadi tepung yang bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan. Pemasarannya tidak hanya di Demak, tetapi bisa sampai ke luar daerah,” ujarnya.
Dalam lomba B2SA tersebut, peserta menampilkan berbagai kreasi makanan berbahan pangan lokal, termasuk olahan sorgum. Sajian dibuat dalam porsi yang disesuaikan untuk anggota keluarga, mulai dari orang tua hingga anak-anak.
Pengenalan pangan lokal seperti sorgum sejak dini, kata Eisti’anah, diperlukan agar minat anak-anak mengonsumsi makanan berbahan alami semakin tumbuh. Hal ini sekaligus menjadi strategi menghadapi gempuran makanan dari luar yang kini mudah ditemui.
Selain sorgum, Pemkab Demak juga terus mendorong masyarakat mengembangkan komoditas pertanian lain yang sesuai potensi wilayah dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Sultan Fatah Demak Dibagi Dua Tahap, Target Rampung Sebelum Natal 2026
Kunjungi Youtube: Matapadma







Hari ini : 45
Bulan ini : 7789
Tahun ini : 12993
Total Kunjungan : 67141
Who's Online : 3