Demak, Matapadma – Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, menyampaikan pesan-pesan spiritual sekaligus harapan besar bagi masa depan bangsa saat mengunjungi Pondok Pesantren Giri Kusumo yang diasuh oleh KH Munif Zuhri di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (05-06-2026).
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan penghormatannya kepada KH Munif Zuhri sebagai sosok ulama yang memiliki peran penting dan dihormati masyarakat di kawasan tersebut.
“Saya secara pribadi datang mengunjungi sahabat saya secara spiritual. Kiai Munif adalah kiai yang sangat kita hormati di kawasan ini,” ujar Nasaruddin Umar.
Nasaruddin menyebut Pondok Pesantren Giri Kusumo sebagai tempat yang penuh keberkahan. Ia merujuk pada konsep buq’ah al-mubarakah atau tempat yang diberkahi sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Qasas ayat 30.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki hajat atau keinginan tertentu dapat datang ke lokasi tersebut untuk beribadah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Lingkungan pesantren yang selama bertahun-tahun menjadi tempat ibadah, pengabdian, dan perjuangan para ulama diyakini memiliki nilai spiritual yang kuat.
“Siapa pun yang memiliki hajat, datanglah ke tempat yang diberkahi ini. Mudah-mudahan Allah memberkahi doa-doa kita,” katanya.
Dispensasi Nikah di Demak Capai 115 Kasus, Kehamilan di Luar Nikah Masih Jadi Penyebab Utama
Nasaruddin juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan bangsa dan negara agar semakin maju, kuat menghadapi berbagai tantangan, serta senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.
Ia mengungkapkan bahwa doa bersama turut dipanjatkan untuk kemajuan Indonesia, termasuk bagi Kementerian Agama agar mampu menjalankan tugas dan pengabdiannya dengan lebih baik.
Selain itu, Nasaruddin menaruh harapan besar kepada para santri agar kelak mampu tampil sebagai pemimpin bangsa yang berintegritas, berilmu, dan memiliki akhlak yang baik.
Menurutnya, berbagai tantangan yang saat ini dihadapi dunia pesantren harus dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran dan peningkatan kualitas.
Wujud Syukur Lulus, Siswa MTsN 3 Demak Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Rob
“Di mana ada ujian, di situ ada kenaikan kelas. Tidak ada kenaikan kelas tanpa ujian. Mari menjadikan ujian ini sebagai persiapan untuk mencapai kelas yang lebih tinggi ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Abdur Rouf, mengatakan bahwa Kementerian Agama terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat pengembangan pesantren melalui perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran.
Menurutnya, pesantren memiliki peran sentral dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan kebangsaan. Karena itu, berbagai program pembinaan dan penguatan kelembagaan terus kami dorong agar pesantren semakin maju, mandiri, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya,” jelas Abdur Rouf.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi arus informasi yang berkembang pesat, terutama di era digital saat ini. Masyarakat diminta untuk selalu melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap informasi yang diterima dari sumber-sumber yang kredibel agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Sikap ini penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi serta tetap mampu menjaga persatuan dan kerukunan. Kita semua tentu berharap dan mendoakan agar bangsa dan negara ini senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, serta kemajuan di berbagai bidang,” ujarnya.
Baca Juga: Justitia Hypocrita Soroti Ketidakadilan Penegakan HAM di Indonesia
Kunjungi Youtube: Matapadma













Hari ini : 786
Bulan ini : 1955
Tahun ini : 55600
Total Kunjungan : 356581
Who's Online : 2