Semarang, Matapadma – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Pidana Islam UIN Walisongo, David Setiawan, memberikan penyuluhan hukum kepada para siswa di MAN 2 Kota Semarang pada Rabu (29-04-2026). Kegiatan edukasi ini digelar sebagai langkah tanggap darurat untuk merespons fenomena kenakalan remaja yang kian marak terjadi belakangan ini.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut hadir sebagai respons atas maraknya fenomena kenakalan remaja di kalangan pelajar, khususnya tawuran yang belakangan banyak melibatkan remaja di Kota Semarang. Menurutnya, remaja saat ini berada pada fase pencarian jati diri sehingga rentan terpengaruh lingkungan dan pergaulan yang kurang baik.
“Tema ini kami angkat karena sangat relevan dengan kondisi remaja sekarang. Kami ingin memberikan pemahaman bahwa kenakalan remaja bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun orang lain,” ujar David.
Dalam penyuluhan tersebut, David beserta mahasiswa HMJ HPI lainnya memaparkan berbagai bentuk kenakalan remaja yang saat ini sering terjadi di lingkungan sekitar pelajar.
”Materi pertama membahas fenomena catcalling yang dijelaskan sebagai bentuk pelecehan seksual verbal maupun nonverbal di ruang publik,” tuturnya.
David menjelaskan bahwa banyak remaja masih menganggap catcalling sebagai candaan biasa, padahal tindakan tersebut dapat memberikan dampak psikologis serius bagi korban.
DPRD Soroti Penanganan Rob di Demak, Dorong Pemda Fokus dan Perkuat Tata Kelola
“Catcalling bukan pujian, melainkan bentuk pelecehan yang dapat membuat korban merasa takut, cemas, bahkan kehilangan rasa percaya diri. Karena itu, penting bagi remaja untuk memahami batas dalam bersikap dan menghormati orang lain,” katanya.
Selain itu, materi juga membahas bahaya miras dan narkoba yang kerap menjadi ancaman bagi generasi muda.
”Penyalahgunaan miras dan narkoba dapat merusak kesehatan fisik, mental, hingga masa depan seseorang,” ujar David.
Ia menuturkan bahwa remaja harus memiliki keberanian untuk menolak ajakan negatif dan lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan.
“Miras dan narkoba bukan solusi dari masalah, tetapi justru awal dari masalah yang lebih besar. Remaja yang kuat adalah mereka yang berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang merusak masa depan,” jelasnya.
Kirab Budaya Apitan dan Sedekah Bumi Bakalrejo Meriah, Warga Doakan Desa Makmur dan Aman
”Tidak hanya itu, HMJ HPI juga mengangkat persoalan tawuran pelajar yang belakangan masih sering terjadi. tawuran bukan bentuk keberanian, melainkan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri,” tambahnya.
Para siswa juga diajak berdiskusi secara interaktif melalui metode penulisan pengalaman dan pendapat terkait kenakalan remaja yang pernah ditemui di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan agar siswa lebih terbuka dalam menyampaikan keresahan sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat.
Salah satu peserta kegiatan, Raffi Aditya Pratama dari kelas XI L, mengaku senang dengan adanya penyuluhan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan remaja sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh para siswa.
“Kegiatan ini seru dan bermanfaat karena materinya relate dengan kehidupan remaja sekarang. Jadi kami lebih paham tentang dampak kenakalan remaja dan bagaimana cara menghindarinya,” ungkap Raffi.
Raffi berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus dilakukan sebagai upaya membangun generasi muda yang sadar hukum, berintegritas, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang positif.
”Semoga edukasi ini terus diadain dan memberikan Impact baik,” harapnya.
Baca Juga: Audiensi Desa Wonoagung Berjalan Lancar, Dinpermades Demak Siap Tindak Lanjuti Proses Hukum
Kunjungi Youtube:Matapadma












Hari ini : 125
Bulan ini : 6361
Tahun ini : 50039
Total Kunjungan : 351020
Who's Online : 1