Demak, Matapadma — Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah secara umum masih stabil. Meski demikian, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, seperti gula pasir, minyak goreng, dan cabai rawit merah.
Pemantauan dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Demak di lima pasar besar, yakni Pasar Sayung, Pasar Bintoro, Pasar Buyaran, Pasar Mranggen, dan Pasar Karanganyar. Monitoring tersebut dilakukan pada minggu kedua Maret 2026 terhadap sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat.
“Secara umum harga cukup stabil dan stok juga aman. Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti gula pasir, minyak goreng, dan cabai rawit merah,” ujar Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Demak, Iskandar Zulkarnain, di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2026). Ia didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop UKM Kabupaten Demak, Lilis.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, harga gula pasir saat ini berada di kisaran Rp18.000 per kilogram, sedikit di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp17.500 per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng serta cabai rawit merah.
Wakil Ketua DPRD Demak: MBG Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Presiden Prabowo
Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya seperti beras, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, bawang putih, dan bawang merah masih relatif stabil. Bahkan beberapa di antaranya masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Harga beras medium tercatat sekitar Rp13.500 per kilogram, sesuai dengan HET. Sedangkan beras premium berada di kisaran Rp14.900 per kilogram dan masih stabil dengan stok yang mencukupi.
“Khusus beras tidak ada masalah, bahkan cenderung mengalami penurunan harga,” katanya.
Menurut Iskandar, kenaikan harga minyak goreng dan gula pasir dipengaruhi oleh rantai distribusi yang cukup panjang, mulai dari distributor hingga pengecer, sehingga berdampak pada harga di tingkat konsumen.
Untuk menekan harga dan menjaga ketersediaan stok, Pemerintah Kabupaten Demak bekerja sama dengan Bulog menggelar operasi pasar, khususnya untuk komoditas minyak goreng merek Minyakita. Operasi pasar tersebut telah dilaksanakan di Pasar Bintoro pada 20 dan 25 Februari serta 10 Maret 2026 dengan total distribusi sekitar 1.920 liter minyak goreng.
Wakil Ketua DPRD: Pemerintah Harus Optimalkan Pengelolaan Sungai di Demak
“Kami terus melakukan operasi pasar agar stok tetap tersedia dan harga bisa lebih terkendali,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan tambahan kuota elpiji 3 kilogram kepada Pertamina Patra Niaga Semarang sebanyak 258.720 tabung untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
Dengan adanya tambahan kuota tersebut, diharapkan tidak terjadi kelangkaan elpiji di tengah masyarakat.
“Saat ini elpiji 3 kilogram juga tidak mengalami kelangkaan dan tidak ada keluhan dari masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD: Pemerintah Harus Optimalkan Pengelolaan Sungai di Demak
Kunjungi Youtube: Matapadma












Hari ini : 427
Bulan ini : 4182
Tahun ini : 26231
Total Kunjungan : 327212
Who's Online : 4