Demak, Matapadma — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Demak, Jawa Tengah menghadirkan program bank sampah sebagai salah satu upaya membantu pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan Gebyar Harmoni III bertema Guyub Bareng Masyarakat: Harmonisasi Multipihak dalam Pengentasan Kemiskinan yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten Demak di halaman Masjid Jami’ Darussalam, Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Demak Eisti’anah. Menurutnya, berbagai aktivitas sosial yang diselenggarakan LDII Kabupaten Demak turut mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam menekan angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat toleransi.
Eisti’anah menyampaikan terima kasih kepada LDII Kabupaten Demak atas kontribusinya dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Demak, kami menghaturkan terima kasih. Ini merupakan kegiatan yang sekaligus membantu program Pemerintah Kabupaten Demak untuk menekan angka kemiskinan melalui berbagai aktivitas yang luar biasa,” ujar Eisti’anah.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan sosial, di antaranya bank sampah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), pasar murah, layanan Perpustakaan Daerah (Perpusda), donor darah, serta sejumlah aktivitas sosial lainnya.
Menurut Eisti’anah, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan akses terhadap berbagai layanan masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan toleransi antar warga.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara lebih luas sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Demak.
57 LC dan Pengunjung THM di Demak Dites Urine Mendadak, Ini Hasilnya
“Program seperti ini tentunya harus dimasifkan sehingga tidak terkotak-kotak. Bukan hanya masyarakat tertentu saja yang bisa menikmati, tetapi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Demak, bisa merasakan kegiatan-kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Demak, Kurniawan Arifendi, menjelaskan bahwa program bank sampah menjadi salah satu solusi yang ditawarkan LDII untuk membantu pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Program tersebut dijalankan melalui pemberdayaan generasi muda yang bertugas mengedukasi masyarakat agar memilah sampah sejak dari rumah.
Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan saat kegiatan Gebyar Harmoni untuk ditukarkan dengan kebutuhan pokok sesuai dengan nilai sampah yang terkumpul.
“Dari sampah itu bisa ditukar untuk sembako yang sesuai dengan nilai sampah itu,” jelas Kurniawan.
Menurutnya, program tersebut memiliki dua manfaat sekaligus. Selain mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik, mekanisme penukaran sampah dengan kebutuhan pokok juga diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Ia menilai pendekatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan melalui pengurangan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Dengan melibatkan generasi muda dan warga secara langsung, program bank sampah juga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan memilah sampah serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Demak, Perkuat Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat
Selain program bank sampah, Gebyar Harmoni III juga menghadirkan pasar murah yang bekerja sama dengan Perum Bulog. Kegiatan ini menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang telah mendapatkan subsidi pemerintah.
Kurniawan menjelaskan bahwa pasar murah tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kalau pasar murah dari Bulog, jadi harga sudah disubsidi oleh pemerintah,” terangnya.
Salah satu warga Demak Kota Saiful Amin, mengaku senang dapat menukarkan barang rongsokan dengan kebutuhan rumah tangga.
“Ini kegiatan kemanusiaan, kita tukarkan rongsok,” ujarnya.
Ia mengaku mendapatkan dua tisu dan sabun cuci sunlight setelah menukarkan rongsok dengan kupon.
“Manfaatnya banyak. Sampahnya bisa bermanfaat untuk orang lain, dan kita juga mendapatkan hasil dari tukar rongsok yang bisa dimanfaatkan,” kata Saiful.
Baca Juga: Paguyuban Kepala Desa Demang Bintoro Audiensi ke DPRD Demak, Soroti Aturan Desil Bansos
Kunjungi Youtube: Matapadma







Hari ini : 863
Bulan ini : 11509
Tahun ini : 30841
Total Kunjungan : 84989
Who's Online : 11