Situbondo, Matapadma – Kapal perang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut bersama tiga armada tempur Angkatan Pertahanan Australia menuntaskan serangkaian manuver taktis maritim dalam Latihan Gabungan Bersama Keris Woomera 2026 di Perairan Utara Pulau Bali hingga Senin (19/10/2026).
Latihan tempur laut berskala bilateral yang berlangsung intensif sejak 10 hingga 20 Oktober 2026 ini mengerahkan unsur tempur utama Kapal Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda-367 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II serta dukungan udara Helikopter Panther HS-1305 Puspenerbal, berkolaborasi dengan tiga kapal perang Australian Defence Force (ADF) yakni HMAS Choules, HMAS Stalwart, dan HMAS Perth.
Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367, Letkol Laut (P) Rakhmad Widiyanto, mengatakan bahwa latihan bersama unsur perairan ini dirancang khusus guna menguji kesiapan operasional alutsista tempur matra laut dalam menghadapi dinamika ancaman maritim modern secara terpadu.
Baca Juga: Tim Mabes TNI Verifikasi Kesiapan Operasional Koperasi Desa Merah Putih di Sumenep
“Latihan ini menjadi momentum strategis untuk menguji kesiapan operasional kapal perang sekaligus meningkatkan kemampuan taktis serta menyelaraskan prosedur komunikasi dalam operasi maritim gabungan,” ujarnya di Situbondo.
Ia menjelaskan bahwa spektrum latihan mencakup doktrin pertempuran laut terintegrasi, mulai dari pendaratan amfibi pasukan pendarat, bantuan tembakan meriam kapal (naval gun firing support), hingga taktik peperangan antikapal selam dan antikapal permukaan.
“Prajurit kedua negara juga melatih interoperabilitas pertukaran perwira pengamat laut (ship rider), formasi manuver taktis, maritime domain awareness, serta pengisian logistik cair antar-kapal (replenishment at sea) saat berlayar di tengah perairan lepas,” tuturnya.
Baca Juga: Prasejarah Leang-Leang Maros Pukau Dubes Inggris, Buka Peluang Kolaborasi Riset Budaya
Pelaksanaan latihan unsur laut ini sekaligus menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus mematangkan profesionalisme prajurit matra laut dalam bingkai diplomasi militer internasional yang dilandasi prinsip kesetaraan dan rasa saling percaya.
“Sinergi operasional di laut lepas ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memelihara stabilitas perdamaian kawasan Indo-Pasifik dan memastikan koridor pelayaran strategis tetap aman,” tegas Rakhmad.
Pusat Penerangan TNI berharap hasil evaluasi menyeluruh dari Latgabma Keris Woomera 2026 ini mampu memperkuat standarisasi koordinasi operasi bersama serta mengasah kesiapsiagaan seluruh prajurit pengawal kedaulatan perairan nusantara.
Baca Juga: Survei Adidaya Institute: 60,3 Persen Publik Puas Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
Dapatkan update berita pilihan dan informasi terkini setiap hari dari Matapadma.com. Kunjungi juga kanal YouTube kami di YouTube Matapadma.








Hari ini : 1528
Bulan ini : 16318
Tahun ini : 35650
Total Kunjungan : 89798
Who's Online : 28