Serang, Matapadma – Insiden kericuhan suporter mewarnai pertandingan lanjutan kompetisi sepak bola antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, Banten, yang mengakibatkan belasan penonton terluka hingga Senin (19/10/2026).
Ketegangan antarkelompok pendukung tersebut sempat memaksa perangkat pertandingan menunda jalannya babak kedua selama 31 menit guna memastikan situasi tribun kembali kondusif sebelum laga dapat dilanjutkan.
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Hutapea, mengatakan bahwa gesekan fisik bermula dari aksi saling melontarkan ejekan dan provokasi antarpendukung saat laga babak pertama memasuki menit ke-25.
“Pada menit ke-25 babak pertama, terjadi saling ejek antara suporter di area Gate 14 yang dipicu oleh yel-yel dukungan,” ujarnya dalam keterangan resmi kepolisian.
Maruli menjelaskan bahwa situasi di stadion kian memanas ketika memasuki waktu jeda antarbabak, saat sejumlah penonton merangsek ke sektor tribun lain di area Gate 5, Gate 6, dan Gate 7.
Baca Juga: Antusiasme Tinggi Warnai Pembukaan Liga Putri Indonesia Usai Vakum Tujuh Tahun
“Sejumlah suporter berupaya menyelamatkan diri dari kepanikan, bahkan beberapa di antaranya terpaksa melompati pagar pembatas menuju lintasan jogging track,” ungkapnya.
Aparat kepolisian mencatat sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka berupa lecet akibat lemparan benda tumpul maupun cedera terkilir saat terjadi aksi saling kejar di area tribun.
“Seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis intensif di tiga fasilitas kesehatan terdekat, yakni RS Bhayangkara, RS Banten, dan RS Arafiq,” tegas Maruli.
Di sisi lain, pertandingan sengit yang berlangsung di atas lapangan hijau akhirnya ditutup dengan kemenangan dramatis tuan rumah Persita Tangerang dengan skor 3-2 lewat gol penentu di masa perpanjangan waktu babak kedua.
Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena, turut menyayangkan insiden kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa esensi pertandingan olahraga adalah menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan tanpa pertikaian fisik antarpendukung.
“Sepak bola seharusnya menjadi sarana hiburan yang dapat dinikmati seluruh kalangan dengan rasa aman dan nyaman, bukan ajang perkelahian yang mencoreng citra kompetisi,” ujar Pena dalam sesi konferensi pers usai laga.
Baca Juga: Polrestabes Semarang Tetapkan Dua Remaja Berstatus ABH Usai Terlibat Tawuran di Brotojoyo
Pihak penyelenggara dan aparat keamanan kini tengah memeriksa rekaman video pengawas di area stadion guna mengidentifikasi provokator utama kericuhan suporter agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami terus berkoordinasi dengan operator kompetisi dan kepolisian agar evaluasi pengamanan berjalan menyeluruh demi mencegah kejadian serupa terulang,” pungkas perwakilan manajemen dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Polisi Tangkap Enam Pelaku Tawuran Pemuda di Manggarai dan Dirikan Posko Terpadu
Dapatkan update berita pilihan dan informasi terkini setiap hari dari Matapadma.com. Kunjungi juga kanal YouTube kami di YouTube Matapadma.










Hari ini : 1364
Bulan ini : 16154
Tahun ini : 35486
Total Kunjungan : 89634
Who's Online : 57