Bogor, Matapadma – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, guna memperkuat kerja sama multilateral dan stabilitas tatanan global.
Pertemuan bilateral tingkat tinggi tersebut membahas deretan agenda strategis dunia, mulai dari percepatan reformasi tata kelola sistem multilateral internasional, kemajuan pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, aksi penanganan iklim, hingga krisis kemanusiaan di wilayah Palestina.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen konsisten dan kepemimpinan diplomasi pemerintah Republik Indonesia dalam memelihara perdamaian serta menyuarakan multilateralisme di panggung internasional.
KPK Telusuri Pihak Lain dan Aliran Uang dalam Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
“Terima kasih kepada Indonesia atas dukungannya terhadap multilateralisme dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk melalui kontribusinya dalam operasi pemeliharaan perdamaian,” kata Guterres di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memegang peranan krusial sebagai jembatan dialog konstruktif antarnegara serta aktif mendorong pembiayaan pembangunan inovatif bagi negara berkembang demi mengatasi ketimpangan ekonomi global.
Dampak Karhutla Meluas, Kemenhub Catat 2.458 Penerbangan Domestik Terganggu
“Pertemuan ini menegaskan eratnya komunikasi dan kemitraan Indonesia dengan PBB dalam memperjuangkan perdamaian, memperkuat stabilitas global, serta mendorong terciptanya tatanan dunia yang lebih adil dan sejahtera,” tegasnya.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi. Di pihak PBB, Sekjen Guterres didampingi Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air Retno Marsudi dan Kepala Perwakilan PBB untuk Indonesia Gita Sabharwal.
Berdasarkan keterangan Sekretariat Kabinet, António Guterres dijadwalkan bermalam di kediaman Hambalang sebelum kembali ke Markas Besar PBB di New York, sekaligus berpamitan kepada pemerintah Indonesia menjelang akhir masa jabatannya pada Desember 2026.
Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan diplomasi multilateral guna meredakan tensi geopolitik kawasan serta memberikan bantuan kemanusiaan nyata bagi warga yang terdampak konflik bersenjata di berbagai belahan dunia.
Baca Juga: TNBTS Batasi Akses Wisata Penanjakan Bromo Hingga Lemah Pasar Akibat Kebakaran
Kunjungi Youtube: Matapadma








Hari ini : 812
Bulan ini : 15602
Tahun ini : 34934
Total Kunjungan : 89082
Who's Online : 4