Demak, Matapadma- Bupati Demak Eisti’anah membuka secara resmi Pelatihan UMKM Kecamatan Wonosalam di Aula Kecamatan Wonosalam, Senin (21/09/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati mendorong agar produk UMKM tidak hanya enak, tetapi juga naik kelas melalui kemasan menarik, legalitas jelas, dan pemasaran digital.
Pelatihan tersebut diikuti 45 peserta dari 21 desa se-Kecamatan Wonosalam dan dihadiri Plt. Camat Wonosalam Sukardjo.
Dalam sambutannya, Sukardjo menyampaikan apresiasi kepada Bupati Demak yang hadir langsung. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah konkret untuk mendukung pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“UMKM di Kecamatan Wonosalam terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” ujarnya.
Perbaikan Jalan Sultan Fatah Demak Dibagi Dua Tahap, Target Rampung Sebelum Natal 2026
Ia menekankan, pelaku usaha harus naik kelas. Tidak cukup hanya mampu memproduksi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas rasa, kemasan yang menarik, inovasi produk, hingga strategi pemasaran agar berdaya saing.
Untuk mendorong naik kelas, pelatihan kali ini dibuat lebih aplikatif. Para peserta mendapatkan keterampilan mengolah galantin berbahan baku ayam yang diharapkan bisa menjadi peluang usaha baru yang inovatif.
Bupati Demak Eisti’anah mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia bersyukur di tengah penyesuaian dan efisiensi anggaran, pelatihan untuk peningkatan kapasitas UMKM masih dapat terlaksana.
“Harapannya ilmu yang diperoleh tidak berhenti di pelatihan, tetapi benar-benar dipraktikkan dan dikembangkan menjadi usaha yang naik kelas,” kata Eisti’anah.
Bukan Cuma Beras, Pemkab Demak Dorong Sorgum Jadi Pangan Alternatif Bernilai Ekonomi
Menurut Eisti’anah, kunci UMKM naik kelas di era sekarang adalah adaptasi digital. Ia mendorong produk lokal Wonosalam untuk tidak hanya dijual dari tetangga ke tetangga, tetapi dipasarkan melalui marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan platform digital lainnya agar menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain pelatihan, Pemkab Demak juga telah mendorong terbentuknya Forum UMKM di hampir seluruh kecamatan. Forum tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk berbagi pengalaman, menyampaikan kendala, dan menyuarakan aspirasi pengembangan usaha yang dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.
Pemkab Demak menegaskan akan terus menjadikan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
“Harapannya dari tahun ke tahun angka pengangguran di Kabupaten Demak dapat terus ditekan melalui pertumbuhan usaha dan terbukanya lapangan kerja baru,” pungkas Eisti’anah.
Baca Juga: Nyabu Sambil Nyetir Hingga Laka di Demak, Polisi Temukan Sabu di Saku Celana Pelaku
Kunjungi Youtube: Matapadma








Hari ini : 318
Bulan ini : 11008
Tahun ini : 16212
Total Kunjungan : 70360
Who's Online : 5