Demak, Matapadma – Pemerintah Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah menargetkan meraih penghargaan Adipura pada tahun 2028 atau 2029. Meski belum pernah mendapatkan trofi Adipura, Demak sebelumnya sudah menerima sertifikat Adipura, yang merupakan tahap awal dalam proses penilaian menuju penghargaan tertinggi di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak, Mulyanto, menyampaikan bahwa upaya meraih Adipura bukan semata demi mengejar penghargaan, tetapi sebagai bagian dari visi besar untuk mewujudkan kota yang bersih dan sehat.
”Adipura itu bukan target utama, tapi sebagai penyemangat. Yang penting adalah bagaimana kita menciptakan kota yang bersih dan sehat,” ujar Mulyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10-10-2025).
Mulyanto menekankan bahwa pencapaian Adipura memerlukan kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh dari masyarakat. Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah.
TMMD Sengkuyung Tahap IV Bangun Jalan Beton di Desa Surodadi, Wujud Nyata Sinergi dan Gotong Royong
”Sehebat apapun kami di DLH, tanpa dukungan masyarakat, akan percuma. Karena yang dinilai salah satunya adalah pengelolaan sampah,” tambahnya.
Ia melanjutkan, persoalan utama yang menjadi tantangan dalam mewujudkan target Adipura di Demak adalah sampah. Mulyanto mengungkapkan bahwa timbulan sampah yang terus meningkat serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah masih menjadi hambatan besar.
”Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, termasuk di pinggir jalan. Hal-hal seperti ini sangat berpengaruh terhadap penilaian Adipura,” jelasnya.
Untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini, DLH fokus melakukan pendekatan melalui sektor pendidikan. Salah satu langkah strategis adalah mendorong seluruh sekolah di Demak menjadi Sekolah Adiwiyata, yakni sekolah yang berwawasan lingkungan.
Pemkab Demak Salurkan Bantuan Mesin Perahu dan Asuransi, Permudah Akses BBM Subsidi untuk Nelayan
”Anak-anak jumlahnya ribuan, bahkan jutaan. Kalau sejak kecil sudah ditanamkan budaya hidup bersih dan sehat, mereka akan membawa kebiasaan itu ke rumah dan lingkungannya,” kata Mulyanto.
Di sisi lain, DLH juga memberdayakan 234 bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah di Demak, meskipun belum semuanya aktif. Bank sampah ini diharapkan bisa menjadi agen perubahan dan sosialisasi pengelolaan sampah yang baik di masyarakat.
Sebagai langkah awal menuju Adipura, Kabupaten Demak menargetkan kembali meraih sertifikat Adipura pada tahun 2026. Sertifikat ini menjadi indikator bahwa kabupaten mulai memenuhi standar penilaian untuk mendapatkan penghargaan Adipura.
”Tahun ini mungkin belum bisa, tapi tahun depan kami optimis bisa kembali mendapatkan sertifikat. Setelah itu, baru kami arahkan langkah menuju penghargaan Adipura. Target kami antara tahun 2028 atau 2029,” terangnya.
Baca Juga : Pemkab Demak Salurkan Bantuan Mesin Perahu dan Asuransi, Permudah Akses BBM Subsidi untuk Nelayan
Kunjungi Youtube : Matapadma













Hari ini : 128
Bulan ini : 2014
Tahun ini : 45692
Total Kunjungan : 346673
Who's Online : 2