Demak, Matapadma – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan seiring berakhirnya masa libur panjang sekolah. Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Maskuri, menegaskan bahwa program MBG pada dasarnya tidak pernah dihentikan. Selama masa libur sekolah, pelaksanaan program hanya disesuaikan sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan penataan tata kelola.
Menurut Maskuri, penataan tersebut kini diperkuat dengan hadirnya kepemimpinan baru di Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Sudaryono. Ia berharap kepemimpinan baru mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para peserta didik.
“Sebetulnya MBG itu tidak pernah berhenti. Karena memang kemarin libur, ya MBG-nya memang diliburkan, sambil menata tata kelola MBG,” ujar Maskuri, yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak, di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak, Senin (27/7/2026).
Maskuri menambahkan, program MBG diharapkan mampu mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia sehingga dapat mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan mampu bersaing dengan negara lain pada masa mendatang. Menurutnya, manfaat program tersebut merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dirasakan secara instan.
“Ini merupakan program jangka panjang. Hasilnya tidak bisa dirasakan langsung, tetapi ini sebuah investasi dari negara untuk mempersiapkan generasi bangsa Indonesia agar bisa bersaing dengan generasi negara-negara lain,” katanya.
Pemkab Demak Dorong Hasil Krenova Lebih Dikenal Masyarakat dan Terhubung dengan Investor
Maskuri mengaku optimistis Sudaryono mampu menata pelaksanaan MBG sesuai visi dan misi Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai Sudaryono sebagai pemimpin muda yang profesional dan memiliki visi besar.
Selain itu, ia berharap program MBG dapat menjadi salah satu solusi dalam menekan angka stunting yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia.
Maskuri juga menanggapi pertanyaan mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pesan yang disampaikan Presiden bertujuan membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia di tengah upaya pemerintah memperbaiki kondisi fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen selama masa pemerintahan Presiden Prabowo. Karena itu, masyarakat diharapkan memiliki semangat kebangsaan dan bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Saat ditanya mengenai adanya pemberitaan yang memunculkan beragam tafsir terhadap pernyataan Presiden, Maskuri menilai hal tersebut merupakan persoalan interpretasi. Menurutnya, apabila dipahami secara positif dan menggunakan akal sehat, pernyataan tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan rasa cinta kepada bangsa dan negara serta kepercayaan kepada pemimpin yang telah dipilih melalui mekanisme konstitusional.
Menanggapi pernyataan bahwa program MBG merupakan janji politik Presiden Prabowo, Maskuri menyebut program tersebut memang merupakan bagian dari visi dan misi yang disampaikan saat kampanye. Karena itu, menurutnya, pelaksanaan MBG merupakan bentuk realisasi komitmen Presiden kepada masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa visi dan misi seorang pemimpin harus dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, program MBG ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sementara itu, Ketua Himpunan Penyelenggara MBG Kabupaten Demak, Edi Suyudi, menyampaikan bahwa sebanyak 151 dapur program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Demak kini beroperasi normal. Jumlah tersebut menjadi perhatian setelah pemerintah pusat menerapkan kebijakan moratorium penambahan dapur baru.
Edi menjelaskan, moratorium yang diberlakukan Badan Gizi Nasional merupakan langkah yang tepat untuk mengevaluasi perkembangan jumlah dapur MBG yang dinilai tumbuh sangat pesat.
“Kalau yang baru, tentunya terkait dengan apa yang disampaikan oleh BGN dilakukan moratorium. Saya rasa itu adalah yang terbaik. Karena apa pun kondisinya, dapur sangat menjamur. Kalau pemerintah melakukan evaluasi, saya pikir itu jauh lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh dapur MBG yang telah beroperasi tetap menjalankan kegiatan secara normal setelah libur sekolah berakhir. Sementara itu, pembukaan dapur baru masih menunggu kebijakan lanjutan dari Badan Gizi Nasional.
Baca Juga: Ketua Tani Merdeka Demak: Penunjukan Sudaryono Bentuk Kepercayaan Presiden Prabowo
Kunjungi Youtube: Matapadma














Hari ini : 229
Bulan ini : 13474
Tahun ini : 78201
Total Kunjungan : 379182
Who's Online : 2