Demak, Matapadma- Ketua DPRD Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Zayinul Fata, mengajak masyarakat menjadikan pesantren sebagai pusat kegiatan ibadah dan penguatan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Ajakan tersebut disampaikannya saat menyambut awal Ramadan, Rabu (18-02-2026).
Zayin yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Demak menekankan pentingnya membumikan kembali tradisi intelektual khas kaum santri, yakni ngaji posonan. Menurutnya, momentum awal Ramadan harus dijadikan semangat untuk kembali mendekatkan diri pada ekosistem pesantren.
“Di dunia pesantren itu terkenal istilah ngaji posonan. Ini tradisi mengaji kitab kuning secara maraton kepada kiai, biasanya sampai khatam,” ujar Zayin.
Tanggul Sungai Cabean Jebol, Banjir Rendam Karangawen dan Guntur; 150 Personel Diterjunkan
Ia menjelaskan, ngaji posonan merupakan program pengajian intensif khas pesantren, di mana para santri dan masyarakat mengkaji kitab kuning secara mendalam selama bulan Ramadan. Tradisi ini biasanya berlangsung sepanjang hari, memanfaatkan suasana religius yang hidup selama 24 jam penuh di lingkungan pesantren.
Menurutnya, atmosfer spiritual di pesantren selama bulan puasa memiliki kekhasan tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali meramaikan pesantren, baik sebagai santri mukim maupun sebagai peserta pengajian umum.
Zayin menegaskan bahwa ngaji posonan terbuka untuk siapa saja, tidak hanya bagi santri yang menetap di pesantren, tetapi juga masyarakat umum yang ingin memperdalam ilmu agama. Ia mengingatkan bahwa Demak sebagai kota wali dan kota religi memiliki aset pesantren yang sangat besar dan bersejarah.
Megengan Semarak Sambut Ramadhan 1447 H, Demak Catat Rekor MURI 10.000 Sate Keong
Lebih jauh, ia berharap nilai-nilai pesantren dapat menjalar ke tengah masyarakat luas, terutama nilai kesederhanaan dan egalitarianisme dalam kehidupan beragama.
“Ini adalah nilai egaliter. Mengajarkan kita bahwa semua manusia posisinya sama di mata Tuhan. Yang membedakan hanyalah ketakwaannya,” ungkapnya.
Zayin berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum kebangkitan tradisi keilmuan pesantren sekaligus penguatan karakter religius masyarakat Demak.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Demak Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati atas Dua Raperda Usulan
Kunjungi Youtube: Matapadma










Hari ini : 373
Bulan ini : 6024
Tahun ini : 19391
Total Kunjungan : 320372
Who's Online : 6