Demak, Matapadma – Iring-iringan Prajurit Patang Puluhan kembali menjadi sorotan utama dalam puncak rangkaian acara Grebeg Besar yang digelar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Prajurit tampil gagah dengan busana adat khas Kesultanan Demak, lengkap dengan atribut militer tradisional, menampilkan kekayaan budaya yang sarat makna sejarah, Jum’at- (06-06-2025).
Kirab budaya ini dimulai dari Pendopo Kabupaten Demak dan melintasi sejumlah titik penting, antara lain Alun-Alun Demak, depan Pasar Bintoro, Jalan Sunan Kalijaga, dan Jalan Raden Syahit, sebelum akhirnya berakhir di Komplek Makam Sunan Kalijaga. Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan momen bersejarah ini dengan penuh antusias.
Demak Tanam 5000 Bibit Manggrove untuk Mengatasi Abrasi dan Banjir Rob
Puncak Grebeg Besar Demak, Prosesi Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga
Tradisi Prajurit Patang Puluhan tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal dan menanamkan nilai-nilai perjuangan, keagamaan, serta nasionalisme yang berakar kuat dari sejarah panjang Kesultanan Demak.
Dengan atmosfer sejarah yang kuat, iring-iringan ini menjadi momen penting untuk merefleksikan kembali peran besar Demak dalam membentuk peradaban dan identitas bangsa Indonesia.
Baca Juga: Pejabat Baru Dilantik, Begini Pesan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan
Kunjungi YouTube: Matapadma













Hari ini : 203
Bulan ini : 9084
Tahun ini : 52762
Total Kunjungan : 353743
Who's Online : 1