Tangerang Selatan, Matapadma – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengusut tuntas insiden penembakan polisi yang menewaskan seorang personel di Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (19/10/2026).
Insiden penembakan maut tersebut menimpa Bharada Valdo yang bertugas sebagai tenaga administrasi pada bagian Pengamanan Personel dan Logistik (Pamperslog) Ditpoludara, dengan terduga pelaku berinisial Bharada Andika Rahmadani yang berdinas pada satuan kerja yang sama di markas tersebut.
Peristiwa penembakan dilaporkan berlangsung di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.40 WIB, berawal dari ketegangan personal antarrekan kerja yang berujung pada aksi penyerangan senjata api dinas dan senjata tajam.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum saat ini tengah memeriksa terduga pelaku secara intensif guna mengonstruksikan motif serta runtutan kronologi secara mendalam.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan Sekjen PBB Perkuat Kemitraan Strategis Perdamaian Global di Hambalang
“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Budi di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa jajaran kepolisian berkomitmen menjalankan penegakan hukum secara terbuka, profesional, dan akuntabel tanpa menutup-nutupi fakta yang ditemukan oleh tim forensik maupun jajaran Propam Korpolairud di lapangan.
Baca Juga: Polda Jabar Bongkar Pabrik Hexymer dan Tramadol Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir di Bandung
Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, menduga peristiwa penembakan polisi yang merenggut nyawa Bharada Valdo mengarah kuat pada indikasi pembunuhan berencana.
Ia meminta penyidik mendalami prosedur pengamanan senjata api dinas di pos penjagaan markas, mengingat terduga pelaku diketahui mengambil senjata dinas jenis pistol sebelum mendatangi tempat korban beristirahat.
“Kami berharap kasus ini dibuka seterang-terangnya, siapa pelakunya dan apa motivasinya. Ini kasus pembunuhan berencana, dan kemungkinan tidak dilakukan satu orang,” kata Petrus.
Petrus menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap kondisi luka tembak pada tubuh korban serta bekas luka senjata tajam jenis sangkur sangat krusial untuk memastikan keterlibatan pelaku maupun dugaan kelalaian sistem pengawasan persenjataan.
“Tidak mungkin satu orang bisa menggunakan tiga senjata pada saat yang bersamaan, sehingga penyidik perlu menelusuri secara cermat asal-usul senjata tajam dan senjata api dinas tersebut,” tuturnya.
Jenazah Bharada Valdo kini telah diberangkatkan melalui jalur penerbangan Kupang untuk diserahkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga di kampung halamannya di wilayah Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Survei Adidaya Institute: 60,3 Persen Publik Puas Kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
Kunjungi Youtube: Matapadma









Hari ini : 1391
Bulan ini : 16181
Tahun ini : 35513
Total Kunjungan : 89661
Who's Online : 34