• About us
  • Kebijakan Cookies
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • App Privacy Policy
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Matapadma
Advertisement
  • Home
  • NASIONAL
  • JAWA TENGAH
  • PENDIDIKAN
  • HiISTORIA
  • FOTO
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • Home
  • NASIONAL
  • JAWA TENGAH
  • PENDIDIKAN
  • HiISTORIA
  • FOTO
  • VIDEO
No Result
View All Result
Matapadma
No Result
View All Result
  • Home
  • NASIONAL
  • JAWA TENGAH
  • PENDIDIKAN
  • HiISTORIA
  • FOTO

Wujud Cinta dan Syukur Masyarakat dalam Tradisi Maulid Nabi

Redaktur by Redaktur
13 Mei 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Matapadma

Foto.Ilustrasi

619
VIEWS

Semarang, Matapadma –  Sebagai bentuk kecintaan dan rasa syukur umat islam terhadap baginda nabi Muhammad SAW, setiap satu tahun sekali pada tanggal 12 Rabiul awal umat muslim mengadakan Maulid nabi. Tradisi tersebut merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, sosok yang diutus sebagai rahmatan lil alamin.

Kata rahmat yang berarti kasih sayang atau belas kasih yang diberikan Allah SWT kepada seluruh makhluknya. Hal ini tertulis dalam firmanya Q.S Al-Anbiya ayat 107 yang memiliki arti “Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

Tradisi ini sudah dilakukan sejak dahulu, dimulai pada abad ke 7 Hijriah yaitu saat dinasti Fatimiyah di Mesir. Pada masa itu perayaan maulid nabi dilakukan dengan tujuan memperingati kelahiran Rasulullah sekaligus mempererat persatuan umat islam. Namun, dengan berjalannya waktu dan zaman, tradisi ini menyebar ke sudut-sudut dunia sehingga terdapat berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan maulid tersebut. Seperti halnya di Desa Sijeruk, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Masyarakat Sijeruk sendiri secara konsisten merayakan acara peringatan maulid nabi dengan pembacaan Al berzanji (shalawat syaikh al barzanji)  serta  al dziba’i (shalawat yang ditulis oleh syaikh abdurrahman ad dziba’i) dan dilanjut dengan bakti sosial. Disisi lain, Tradisi ini menciptakan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, memperkuat keberdayaan umat dan mempererat komunikasi di Desa Sijeruk.

Berkat Liburan Tahun Baru, Museum dan Masjid Agung Demak Ramai Wisatawan 

Meskipun di zaman Rasulullah dan para sahabat tidak ada yang pernah melakukan tradisi maulid nabi, tetapi di dalam Al – Quran dijelaskan bahwa Allah dan para malaikat saja bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: ”Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya,” (Q.S. Al Ahzab : 56).

Sebagian Ulama sepakat dan memperbolehkan perayaan maulid nabi selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Hal ini diperkuat dengan pendapat Imam Ibn Hajar al-Asqalani yang mengukapkan peringatan maulid nabi merupakan salah satu bentuk cara umat Islam untuk mengenang kelahiran orang yang paling di cintai Allah (al-Asqalani, Fath al-Bari).

Rayakan Festival Megengan, Ribuan Warga Padati Alun Alun Demak

Di sisi lain, tradisi maulid kerap kali disebut dengan sebutan bid’ah, namun jika dipandang dari segi amalan nya, kegiatan ini bukanlah bid’ah karena amalah-amalan yang terdapat di dalamnya itu sudah ada sejak zaman nabi. Ulama dari kalangan Asy’ariyah dan Maturidiyah, seperti al-Suyuti dan Ibn Hajar al-Haitami, membela peryataan tersebut dengan alasan bahwa hal itu termasuk dalam bid’ah hasanah (inovasi yang baik) karena bertujuan mengingat Rasulullah dan menyebarkan ajaran-ajaran Islam secara damai. Jadi, kegiatan ini bukanlah kegiatan yang bisa di anggap bid’ah. Karena kegiatan peringatan maulid nabi Muhammad Saw, tidak ada hubungan nya dengan ibadah ritual, akan tetapi malah justru lebih terkait dengan muamallah. (Amelia Zahrotussholi)

Baca Juga : Dempet Lestarikan Budaya Jawa Lewat Tradisi Sedekah Bumi

Kunjungi Youtube : Matapadma

Tags: IslamMaulid NabiTradisi
Previous Post

Aspirasi Warga Sayung dan Bonang Terkait Penanganan Abrasi

Next Post

Pisowanan Balasan, Bupati Demak: Grebeg Besar Siap Menciptakan Rekor Muri

Redaktur

Redaktur

Next Post
Pisowanan Balasan, Bupati Demak: Grebeg Besar Siap Menciptakan Rekor Muri

Pisowanan Balasan, Bupati Demak: Grebeg Besar Siap Menciptakan Rekor Muri

Grebeg Besar, Warisan Budaya dan Spiritualitas untuk Kemakmuran Demak

Grebeg Besar, Warisan Budaya dan Spiritualitas untuk Kemakmuran Demak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

<p> <img src="matapadma.jpg" alt=""> <strong>Matapadma:</strong> ... </p>

Video

https://youtu.be/97T9HpnlnbY?si=F4OyjSEleU544QdZ
https://youtu.be/VXlaFEa43gs?si=rvTnFJ-xCd5wmSJA

JUMLAH KUNJUNGAN

0081353
Hari ini : 110
Bulan ini : 7873
Tahun ini : 27205
Total Kunjungan : 81353
Who's Online : 4
Alamat IP anda: 216.73.217.8

Post Post Terbaru

  • Bukan Sekadar Tes, ProASN Demak Jadi Langkah Petakan Potensi ASN 10 Oktober 2026
  • Sumur RBG-7 Pilangwetan Segera Dibor, Demak Berpotensi Jadi Penghasil Gas Baru 8 Oktober 2026
  • Bupati Eisti’anah: Guru Madin, TPQ, dan Ponpes Tetap Jadi Perhatian di Tengah Efisiensi Anggaran 6 Oktober 2026
  • Bupati Demak Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027 6 Oktober 2026
  • Bupati Eisti’anah Apresiasi Petani di Hari Tani Nasional 2026 2 Oktober 2026
Matapadma

Copyright © 2024 matapadma.com

Navigate Site

  • About us
  • Kebijakan Cookies
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • App Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • NASIONAL
  • JAWA TENGAH
  • PENDIDIKAN
  • HiISTORIA
  • FOTO
  • VIDEO
  • Login

Copyright © 2024 matapadma.com