Solo, Matapadma – Program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi nabati lokal berhasil dikembangkan di Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, melalui rangkaian pendampingan wirausaha hingga Senin (19/10/2026).
Kegiatan pengabdian tersebut digagas oleh tim Keluarga Mahasiswa Teknik Kimia (KMTK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam skema Program Pengabdian kepada Masyarakat Organisasi Kemahasiswaan (PPO), yang menyasar puluhan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner rintisan di lingkungan RW 3 Desa Singopuran.
Ketua Tim Pelaksana Mahasiswa KMTK UMS, Fatih Ammar Luthfian, mengatakan bahwa inovasi mahasiswa difokuskan pada pengolahan kelopak bunga telang segar menjadi permen jelly bergizi serta pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi briket aromaterapi ramah lingkungan.
Baca Juga: Polrestabes Semarang Tetapkan Dua Remaja Berstatus ABH Usai Terlibat Tawuran di Brotojoyo
“Harapan kami, ilmu yang didapat dari kegiatan ini bisa disebarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi percontohan kemandirian bagi desa-desa lain di sekitarnya,” ujarnya di Solo.
Ia menjelaskan bahwa tanaman bunga telang yang tumbuh melimpah di pekarangan rumah selama ini jarang dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki kandungan antioksidan tinggi yang berpotensi dipasarkan sebagai produk kudapan sehat keluarga bernilai jual tinggi.
“Warga diperkenalkan pada teknik formulasi pengolahan jelly yang higienis serta pengemasan modern agar permen hasil produksi rumahan memiliki daya simpan baik dan menarik minat konsumen,” tuturnya.
Baca Juga: Kericuhan Suporter di Stadion BIS Lukai 11 Orang, Polisi Beberkan Kronologi Bentrokan
Selain olahan pangan herbal, pendampingan yang disupervisi oleh dosen Teknik Kimia UMS Dr. Ir. Eni Budiyati, S.T., M.Eng., tersebut turut melatih pemuda desa memproses batok kelapa menjadi arang briket aromaterapi yang menghasilkan panas stabil tanpa jelaga pekat untuk kebutuhan relaksasi dan rumah tangga.
“Pemanfaatan limbah batok kelapa menjadi briket bernilai tambah membuktikan bahwa sentuhan teknologi kimia terapan mampu mengubah sisa biomassa menjadi komoditas ekonomi yang ramah lingkungan,” jelas Fatih.
Pemerintah Desa Singopuran menyambut positif inisiatif kampus tersebut dan merencanakan integrasi kelompok perajin jelly telang serta briket aromaterapi ini ke dalam unit usaha binaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna memperluas jangkauan pasar lokal di Sukoharjo dan Solo Raya.
Baca Juga: Kontingen Indonesia Tampil Elegan dalam Pembukaan Asian Para Games 2026 di Jepang
Dapatkan update berita pilihan dan informasi terkini setiap hari dari Matapadma.com. Kunjungi juga kanal YouTube kami di YouTube Matapadma.








Hari ini : 1528
Bulan ini : 16318
Tahun ini : 35650
Total Kunjungan : 89798
Who's Online : 28