Demak, Matapadma- Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah kabupaten, desa maupun provinsi, Bupati Demak Eisti’anah memastikan guru Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan pondok pesantren (ponpes) tetap menjadi bagian yang diperhatikan.
Hal tersebut disampaikan Bupati dalam kegiatan sosialisasi pencairan hibah kesejahteraan pendidikan non formal di Pendopo Satya Bhakti Praja Demak, Jawa Tengah, Selasa- (6-10-2026).
Bupati menyampaikan apresiasi kepada para guru dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini terus mengabdikan diri di tengah derasnya perkembangan era digital.
“Kami haturkan terima kasih kepada Madin, TPQ, dan ponpes. Di tengah kondisi yang sekarang penuh tantangan, panjenengan semua tetap keukeuh mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak. Lewat semua itu, Kabupaten Demak mendapatkan berkahnya,” ujar Eisti’anah.
Menurutnya, dukungan yang diberikan pemerintah memang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan seluruh lembaga. Namun, di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Demak tetap berkomitmen memberikan perhatian.
“Kalau melihat jumlahnya memang masih sangat kurang. Tetapi kami tetap berkomitmen untuk terus memperhatikan bapak ibu semuanya di tengah keterbatasan anggaran,” katanya.
Bupati Eisti’anah Apresiasi Petani di Hari Tani Nasional 2026
Bupati menegaskan, hibah yang disalurkan merupakan wujud terima kasih Pemkab atas pengabdian para guru keagamaan.
“Kami harapkan pengertian dari semuanya. Hibah ini sebagai wujud terima kasih kami atas pengabdian panjenengan semua. Nanti bisa kita evaluasi lagi, terutama kendala-kendala yang sudah terjadi agar dapat diperbaiki pada tahun berikutnya,” jelasnya.
Bupati juga berpesan agar para guru terus mendampingi generasi muda dengan penuh kesabaran, karena anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda, terutama dengan maraknya teknologi dan dunia digital.
“Semoga kita bisa mendampingi generasi-generasi sekarang dengan semakin baik lagi. Bimbing mereka dengan kesabaran yang luar biasa, karena mereka hidup di zaman yang berdampingan dengan era digital yang sangat marak,” pesannya.
Sementara itu, Plt. Kabag Kesra Setda Demak Ungguh Prakoso melaporkan, tahun ini Pemkab Demak mengalokasikan anggaran hibah murni sebesar Rp4 miliar untuk 400 lembaga, dan pada anggaran perubahan sekitar Rp3 miliar untuk 308 lembaga.
Secara keseluruhan, sekitar 1.400 lembaga TPQ, Madin, dan ponpes di Kabupaten Demak ditargetkan mendapatkan bantuan.
“Insyaallah 1.400 lembaga TPQ, Madin, dan ponpes semuanya mendapatkan. Tidak perlu mengajukan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses penyaluran hibah tersebut tidak dipungut biaya.
“Tidak ada pungutan satu rupiah pun. Kalau ada laporan pungutan, langsung laporkan kepada Bupati,” tegas Ungguh.
Untuk memudahkan lembaga penerima, Bagian Kesra memberikan template dalam bentuk soft copy sehingga proses pengisian dan kelengkapan administrasi dapat dilakukan dengan lebih mudah.
“Kami berkomitmen pengurusannya sangat mudah. Diberikan template soft copy dan pengisian segala macamnya kami permudah,” jelasnya.
Ungguh menambahkan, Pemkab dari tahun ke tahun terus mencari formula terbaik dalam penyaluran hibah, mengingat jumlah guru di setiap lembaga berbeda-beda. Ada yang hanya tiga guru, ada pula yang mencapai 30 guru, sementara besaran bantuan per lembaga sama.
Selain bantuan operasional, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama terkait sejumlah izin lembaga yang masa berlakunya telah kedaluwarsa, agar ke depan pembenahan administrasi dapat dilakukan lebih tertib.
Baca Juga: Bupati Demak Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027
Kunjungi Youtube: Matapadma






Hari ini : 761
Bulan ini : 4406
Tahun ini : 23738
Total Kunjungan : 77886
Who's Online : 1