Demak, Matapadma– Kemudahan akses layanan keuangan di era digital membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan berbagai produk finansial, mulai dari pinjaman online, pembelian barang secara digital, hingga tawaran investasi. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan literasi dan kewaspadaan agar masyarakat tidak terjebak dalam layanan keuangan ilegal maupun penipuan digital.
Hal tersebut disampaikan Bupati Demak dalam kegiatan Sosialisasi Edukasi Literasi Keuangan kepada Masyarakat yang digelar Bagian Perekonomian Setda Demak bekerja sama dengan BPD Demak, OJK, dan Pegadaian di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kamis (1/10/2026).
Bupati Demak menekankan, semakin luas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, semakin penting pula pemahaman mengenai risiko, biaya, kewajiban, serta konsekuensi dari setiap keputusan finansial.
“Sekarang akses masyarakat terhadap keuangan semakin luas. Tetapi kemudahan akses ini juga harus diikuti dengan pemahaman yang mendasar,” ujar Bupati Demak.
HUT ke-81 PMI, Pemkab Demak Perkuat Sinergi Kemanusiaan dan Kebencanaan
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. Jika dahulu proses meminjam uang atau membeli barang membutuhkan waktu dan tahapan yang relatif panjang, kini berbagai transaksi dapat dilakukan dengan cepat hanya melalui perangkat digital.
Kondisi tersebut, lanjutnya, jangan sampai membuat masyarakat mengambil keputusan secara impulsif. Masyarakat perlu memastikan terlebih dahulu legalitas dan keamanan layanan keuangan yang akan digunakan.
“Masyarakat harus cerdas memilih, bijak menggunakan, dan bertanggung jawab dalam mengelola,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai iklan dan penawaran yang muncul melalui gadget, terutama yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat.
“Setiap iklan yang lewat di gadget kita perlu diwaspadai. Jangan asal klik,” pesannya.
Minat Baca Anak Menurun, Pemkab Demak Siapkan Penguatan Program Literasi
Selain tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar, masyarakat juga diminta menjaga data pribadi dan tidak sembarangan memberikan informasi penting kepada pihak yang tidak jelas.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Demak, Azizul Miftah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.
“Terlebih di era digital saat ini, masyarakat juga menghadapi berbagai risiko penipuan dan kejahatan keuangan digital. Oleh karena itu, edukasi literasi perlu terus dilakukan sekaligus diikuti dengan perluasan akses terhadap layanan keuangan formal,” jelas Azizul.
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga diikuti dengan praktik inklusi keuangan. Sebanyak 40 peserta difasilitasi untuk membuka rekening Bank Jateng, sedangkan 40 peserta lainnya mendapatkan fasilitasi pembukaan Tabungan Emas Pegadaian.
Baca Juga: Tak Hanya Jaga Keamanan, Aslinmas Jateng Didorong Aktif di Bencana hingga Ketahanan Pangan
Kunjungi Youtube: Matapadma







Hari ini : 439
Bulan ini : 439
Tahun ini : 19771
Total Kunjungan : 73919
Who's Online : 4