Demak, Matapadma – Kebakaran melanda Pasar Desa Sedo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (24/8/2026) malam. Sebanyak 62 kios terdampak dalam peristiwa tersebut. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 23.00 WIB setelah seorang warga melihat asap dan api dari dalam area kios. Saat itu, kondisi pasar sudah tutup sejak sekitar pukul 17.00 WIB.
Warga bersama penjaga pasar berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Perangkat Desa Sedo kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran, BPBD, dan kepolisian.
Kapolsek Demak Iptu Rudi Tri Sayogo bersama anggota langsung mendatangi lokasi. Petugas juga berkoordinasi dengan PLN Kabupaten Demak untuk memutus aliran listrik di sekitar pasar guna mencegah risiko yang lebih besar.
Rayakan Kemerdekaan, Demokrat Demak Hidupkan Kembali Lomba Rakyat
Petugas Damkar dan BPBD Demak kemudian melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.15 WIB, Selasa (25/8/2026).
“Petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dan berkoordinasi dengan Damkar, BPBD serta PLN. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitar pasar,” kata Iptu Rudi.
Berdasarkan laporan kepolisian, Pasar Desa Sedo memiliki 62 kios berukuran sekitar 2×3 meter. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 kios diketahui ditempati pedagang.
Bupati Demak Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD 2027 dalam Rapat Paripurna ke-29 DPRD
Kios-kios tersebut menggunakan berbagai material, antara lain asbes, galvalum, rangka holo, besi baja, kayu, dan triplek. Kebakaran mengakibatkan bangunan kios serta barang dagangan milik pedagang mengalami kerusakan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar, terdiri atas sekitar Rp700 juta untuk kerusakan bangunan dan Rp500 juta untuk barang dagangan.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api dipicu korsleting listrik.
“Untuk penyebab kebakaran masih kami dalami. Dugaan sementara berasal dari korsleting listrik,” ujar Iptu Rudi.
Baca Juga: Kades Tambakroto Tekankan Perangkat Desa Baru Bekerja Cerdas dan Cermat
Kunjungi Youtube: Matapadma








Hari ini : 425
Bulan ini : 11219
Tahun ini : 90956
Total Kunjungan : 391937
Who's Online : 7