Demak, Matapadma — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak, Maskuri, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak, Sabtu (07-03-2026).
Maskuri yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak mengatakan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Prabowo saat ini cukup tinggi. Hal itu, menurutnya, tidak lepas dari berbagai program kerakyatan yang diluncurkan pemerintah, salah satunya program MBG.
“Berdasarkan survei Indikator Politik, tingkat kepercayaan terhadap Pak Prabowo mencapai 79,9 persen. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap beliau, termasuk terhadap program kerakyatannya, sangat tinggi,” ujar Maskuri.
Menurutnya, program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa karena menyasar puluhan juta anak didik di seluruh Indonesia.
“Negara melalui Presiden Prabowo telah memberi makan kepada sekitar 60 juta anak didik. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi yang tangguh, memiliki penalaran tinggi, dan mampu bersaing dengan negara lain,” katanya.
Perbaikan Betonisasi Jalur Pantura Demak Capai 90 Persen, Ditargetkan Rampung H-10 Lebaran
Selain meningkatkan kepercayaan publik, Maskuri juga menilai program MBG memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di tingkat lokal.
Ia menyebut berbagai sektor ekonomi mulai bergerak, mulai dari pertanian, peternakan hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam penyediaan bahan makanan untuk program tersebut.
“Telur laris manis, peternak ayam laris manis, sayur-mayur juga demikian. Bahkan pembuat roti kini banyak yang menyuplai kebutuhan MBG. Uang akhirnya berputar di desa dan lingkungan sekitar program,” jelasnya.
Secara nasional, kata Maskuri, program MBG diperkirakan telah menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja. Di Kabupaten Demak sendiri terdapat sekitar 140 unit SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang masing-masing mempekerjakan puluhan orang.
“Jika satu SPPG mempekerjakan sekitar 50 orang, maka tenaga kerja yang terserap cukup besar. Semua berasal dari lingkungan sekitar, mulai dari karyawan, relawan dapur hingga petugas distribusi,” katanya.
Menanggapi isu terkait perbedaan nilai pagu anggaran yang diterima penerima manfaat MBG, Maskuri menjelaskan bahwa dalam satu porsi anggaran sebesar Rp15 ribu terdapat pembagian untuk operasional serta penyediaan makanan.
RSUD Demak Minta Maaf atas Dugaan Dokter Membentak Pasien di Poli Mata
Ia merinci sekitar Rp3 ribu dialokasikan untuk operasional, Rp2 ribu untuk insentif dan biaya fasilitas, sedangkan sisanya digunakan untuk penyediaan makanan bagi siswa.
“Jika dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab, sebenarnya skema itu sudah cukup baik. Namun memang karakter manusia berbeda-beda, sehingga pengawasan dan regulasi akan terus diperbaiki,” ujarnya.
Maskuri menambahkan, pemerintah pusat juga akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari kelayakan fasilitas, pengelolaan dapur hingga sistem distribusi makanan.
Menurutnya, transparansi harga bahan pangan juga mulai diterapkan agar masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya program tersebut.
“Kini harga-harga bahan seperti telur, ayam dan buah sudah tercantum sehingga masyarakat bisa menilai langsung,” pungkasnya.
Baca Juga: Kesejahteraan Guru Demak Menjadi Prioritas DPRD
Kunjungi Youtube: Matapadma












Hari ini : 110
Bulan ini : 2234
Tahun ini : 24283
Total Kunjungan : 325264
Who's Online : 3