Demak, Matapadma– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinputaru dan Dinperkim) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penanganan persoalan infrastruktur strategis, khususnya banjir, rob, dan drainase perkotaan hingga tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan doa bersama dan silaturahmi internal yang dihadiri Bupati Demak, Eisti’anah, di halaman Kantor Dinputaru dan Dinperkim Kabupaten Demak, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai momentum membangun kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam melaksanakan tugas pembangunan infrastruktur daerah.
Kepala Dinputaru Kabupaten Demak, Amir Mahmud, mengatakan bahwa kebersamaan dan komitmen menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Demak.
“Di awal ini kita perlu membangun komitmen bersama, dengan semangat kebersamaan agar pelaksanaan tugas, terutama pembangunan infrastruktur di Kabupaten Demak yang tantangannya luar biasa, dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Wisatawan Asal Jombang Borong Ikan Manyung Asap Khas Demak untuk Oleh-oleh
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 arah perencanaan pembangunan daerah sebenarnya mulai mengarah pada pengembangan dan penataan wilayah, termasuk penataan kawasan perkotaan. Namun demikian, masih adanya sejumlah isu strategis membuat Pemerintah Kabupaten Demak tetap memprioritaskan penanganan permasalahan yang bersifat mendesak.
“Masalah banjir, rob, persampahan, serta titik-titik rawan longsor masih menjadi prioritas utama sesuai arahan Ibu Bupati,” jelasnya.
Sejumlah langkah penanganan terus dilakukan, di antaranya pengurangan genangan air, perkuatan tanggul di titik-titik rawan longsor, serta normalisasi sungai yang mengalami sedimentasi. Untuk wilayah Sayung, Pemkab Demak juga menjalin kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam upaya penanganan rob, termasuk pemasangan pompa air di sekitar kawasan industri.
“Alhamdulillah, saat ini kondisi sudah mulai teratasi dan berjalan lebih lancar, meskipun belum sepenuhnya karena rob terus meningkat dan masih memerlukan langkah-langkah lanjutan,” tambahnya.
Lewat Sosialisasi KUHP, Ratusan Mahasiswa Siap Jadi Penyambung Edukasi Hukum
Memasuki tahun 2026, Dinputaru akan melanjutkan penguatan infrastruktur drainase perkotaan dengan konsep yang lebih representatif melalui pembangunan drainase berjenis box culvert. Selain berfungsi sebagai saluran air, box culvert tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai jalur utilitas terpadu.
“Harapannya, tidak hanya berfungsi untuk aliran air, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk jaringan Telkom, PDAM, dan utilitas lainnya, sehingga tidak terjadi bongkar pasang jalan yang justru merusak permukaan,” ujarnya.
Selain penanganan drainase, perbaikan jalan juga menjadi prioritas yang diusulkan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Pemerintah Kabupaten Demak berharap usulan tersebut dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.
“Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan, kapasitas drainase lama sudah tidak lagi memadai. Karena itu, pembaruan infrastruktur menjadi kebutuhan yang mendesak,” pungkasnya.
Baca Juga: Lewat Sosialisasi KUHP, Ratusan Mahasiswa Siap Jadi Penyambung Edukasi Hukum
Kunjungi Youtube: Matapadma















Hari ini : 22
Bulan ini : 1609
Tahun ini : 14976
Total Kunjungan : 315957
Who's Online : 4