Demak, Matapadma– Komisi C DPRD Kabupaten Demak, Jawa Tengah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kondisi akses jalan utama menuju Desa Bantengmati, Kecamatan Mijen. Jalan yang berada di perbatasan Demak–Mijen tersebut diketahui menjadi satu-satunya akses warga menuju kecamatan dan disebut sebagai salah satu yang paling parah kerusakannya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengatakan bahwa sidak ini merupakan bagian dari agenda pengawasan infrastruktur setelah pelaksanaan program reguler serta menjelang perubahan anggaran. Komisi C tengah melakukan pendataan ulang terkait jalan-jalan yang membutuhkan penanganan segera.
“Di Mijen ini, kita coba inventarisasi jalan-jalan yang memang memerlukan pembenahan atau perbaikan. Skala prioritas menjadi hal utama, dan akses menuju Desa Bantengmati ini termasuk yang harus segera ditangani karena merupakan satu-satunya akses warga menuju kecamatan,” ujar Ulin Nuha saat berada di lokasi, Senin (24/11/2025).
Ia menegaskan bahwa hasil temuan lapangan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti PUPR dan PERKIM, agar perbaikan bisa segera direalisasikan.
“Kami akan berkoordinasi dengan OPD untuk memastikan jalan ini menjadi prioritas utama perbaikan,” lanjutnya.
Selain menjadi jalur vital bagi mobilitas warga, Desa Bantengmati juga dikenal sebagai salah satu sentra pertanian bawang merah. Kondisi jalan yang layak dinilai sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan memperkuat perekonomian serta ketahanan pangan masyarakat.
Sementara itu, perangkat Desa Bantengmati, Ahmad Mustain, mengungkapkan keluhan warga terkait kondisi jalan yang rusak parah, berlubang, dan semakin memprihatinkan saat musim hujan.
“Jalan ini sudah lama tidak diperbaiki, terakhir betonisasi sekitar 10–15 tahun yang lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kerusakan jalan sering menyebabkan warga terjatuh dan terpaksa menuntun kendaraan mereka karena licin dan berbahaya.
Warga lainnya, Mas Nur (35), yang sehari-hari melintas sebagai penjual kue keliling, juga mengaku sangat terdampak oleh kondisi jalan tersebut.
“Jalan ini sangat licin dan membahayakan. Banyak batu dan tanah timbunan yang membuat orang sering jatuh,” ungkapnya.
Nur berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar keselamatan dan kenyamanan warga dapat meningkat.
Kunjungi Youtube: Matapadma















Hari ini : 455
Bulan ini : 6648
Tahun ini : 6648
Total Kunjungan : 307629
Who's Online : 8