Demak, Matapadma – Dalam upaya memperkuat basis politik dan menyiapkan regenerasi kepemimpinan, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menargetkan terbentuknya 14 ribu kader royalis muda dalam lima tahun ke depan. Target ambisius ini akan diwujudkan melalui program kaderisasi rutin yang digelar secara berkelanjutan oleh DPC dan seluruh anggota fraksi PKB.
“Selama lima tahun ke depan, setiap tahun DPC diwajibkan mengadakan dua kali kegiatan kaderisasi, begitu juga seluruh anggota fraksi PKB. Masing-masing kegiatan harus melibatkan minimal 100 peserta,” ungkap Ketua Lembaga Kaderisasi DPC PKB Kabupaten Demak, M. Asyhadi, dalam kegiatan Pendidikan Kader Loyalis di Gedung Diklat LP Ma’arif Demak, Minggu (21/9/2025).
Asyhadi menjelaskan, dengan melibatkan 13 anggota DPRD bersama DPC, akan ada sekitar 28 kegiatan kaderisasi setiap tahunnya. Jika konsisten dilaksanakan selama lima tahun, maka jumlah total peserta diperkirakan akan mencapai 14 ribu kader muda.
Ia juga menegaskan bahwa sesuai instruksi dari Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN), peserta yang mengikuti program kaderisasi harus berasal dari kalangan muda, yakni berusia antara 17 hingga maksimal 35 tahun. Hal ini sebagai bagian dari upaya serius PKB dalam mencetak kader-kader potensial yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan partai.
“Kita berpikir lima tahun ke depan, setelah PKB memenangkan pertarungan di legislatif, maka target berikutnya adalah kemenangan di eksekutif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asyhadi menekankan bahwa kaderisasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi politik jangka panjang. Diharapkan, kader yang terbentuk akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kapasitas dan loyalitas tinggi terhadap partai dan bangsa.
“Tidak mungkin kami yang hari ini duduk di depan akan terus-terusan berada di posisi ini. Pada waktunya, mereka yang hari ini duduk di hadapan saya lah yang akan menggantikan kami,” ujarnya, menegaskan pentingnya regenerasi dalam tubuh partai.
Pemkab Demak Gelar Pelatihan Nugget Lele untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem di Desa Bumirejo
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Demak, Zayinul Fata, menambahkan bahwa generasi muda saat ini memiliki posisi yang sangat strategis dalam dinamika politik nasional. Ia menyebut bahwa anak muda, terutama Gen Z, tidak lagi bisa dianggap sebagai kelompok pemilih yang mudah berpindah (swing voters), tetapi harus dilibatkan sebagai kekuatan utama penggerak politik.
“Harus kita ajak generasi muda terlibat dalam tahapan-tahapan politik. Mereka harus disiapkan menjadi motor penggerak dalam memenuhi kebutuhan politik kita. Tanpa melibatkan anak-anak muda, sangat sulit bagi kita untuk bergerak,” katanya.
Zayinul juga menyoroti pentingnya media sosial dalam strategi politik modern. Menurutnya, media sosial saat ini menjadi pasar utama dalam komunikasi politik dan harus dimanfaatkan secara positif dan produktif oleh para kader muda.
“Media sosial hari ini menjadi market terbesar dalam kebutuhan politik. Karena itu, PKB juga secara aktif melakukan pelatihan kepada anak muda untuk menggunakan media sosial secara produktif. Intinya, semua kita gerakkan untuk membangun keutuhan bangsa dan negeri,” jelasnya.
Baca Juga: Perhutani Jembolo Utara Klarifikasi Isu Penjualan Kayu Ilegal di Demak
Kunjungi YouTube: Matapadma














Hari ini : 307
Bulan ini : 8292
Tahun ini : 21659
Total Kunjungan : 322640
Who's Online : 1