Demak, Matapadma— Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah bersama masyarakat memperingati Hari Jadi ke-523 Kabupaten Demak yang jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang daerah yang dikenal sebagai Kota Wali.
Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa usia 523 tahun menjadi bukti sejarah panjang Demak sejak masa kerajaan hingga berkembang menjadi kabupaten seperti saat ini. Perjalanan tersebut tidak terlepas dari peran besar pendiri Kerajaan Demak, Raden Sultan Fatah, yang dikenal sebagai ulama sekaligus umara dengan visi besar dalam menyebarkan Islam di Pulau Jawa.
“Jika melihat usianya yang telah mencapai 523 tahun, tentu kita tidak lepas dari sejarah panjang sejak masa penjajahan hingga berdirinya kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa oleh Raden Sultan Fatah. Beliau memiliki visi, misi, serta perjuangan besar sebagai ulama sekaligus umara,” ujar Eisti’anah saat usai memperingati hari jadi Demak di Pendopo Satya Bhakti Praja, Jum’at- (27-03-2026).
Acara yang dihadiri tokoh masyarakat, ulama, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pemerintah tersebut berlangsung khidmat. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan Selamatan dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Demak.
Wakil Ketua DPRD: Pemerintah Harus Optimalkan Pengelolaan Sungai di Demak
Bupati Demak mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai titik tolak untuk memperkuat semangat kebersamaan dan melanjutkan pembangunan daerah. Ia mengakui berbagai tantangan, mulai dari bencana hingga persoalan ekonomi dan sosial, masih menjadi pekerjaan bersama yang harus dihadapi secara sinergis.
“Marilah kita jadikan peringatan hari jadi ini sebagai momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang serta prestasi yang telah dicapai, sekaligus menatap langkah ke depan dengan penuh keyakinan dan semangat bersama,” ungkapnya.
Mengusung tema “Tumbuh dari Kekuatan Lokal, Menguatkan Sektor Unggulan untuk Ekonomi yang Berkelanjutan,” Pemerintah Kabupaten Demak menekankan pentingnya optimalisasi potensi daerah. Tema tersebut diharapkan mampu mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Selain itu, pembangunan di Kabupaten Demak ditegaskan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Nilai-nilai budaya lokal serta semangat keagamaan disebut sebagai fondasi penting dalam membangun masa depan daerah.
Posko Kesehatan Masjid Agung Demak Bantu Pemudik Pulihkan Kondisi di Perjalanan
“Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang bulat, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk kita hadapi bersama. Mari kita jaga nilai-nilai budaya lokal serta semangat keagamaan sebagai fondasi yang kokoh dalam membangun masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Peringatan Hari Jadi ke-523 ini juga dilaksanakan secara sederhana tanpa euforia berlebihan. Pemerintah memilih mengisinya dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir yang masih membutuhkan perhatian.
Eisti’anah berharap momentum bulan Ramadan dapat menjadi sarana meningkatkan kepedulian sosial. Masyarakat diharapkan dapat menyambut bulan Syawal dengan semangat baru serta terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Demak optimistis, dengan kebersamaan dan kerja keras, daerah ini akan terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Baca Juga: Polres Demak Siagakan Ratusan Personel Amankan Obyek Wisata dan Pusat Keramaian saat Libur Lebaran
Kunjungi Youtube: Matapadma












Hari ini : 356
Bulan ini : 9553
Tahun ini : 31602
Total Kunjungan : 332583
Who's Online : 3